Kemenpupera Sudah Operasionalkan Tol Pakis-Malang

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) mengoperasikan jalan tol Pandaan-Malang seksi V di ruas Pakis-Malang sepanjang 3,1 km. Ruas jalan tol ini telah dinyatakan lulus uji laik fungsi oleh Direktorat Jenderal Bina Marga dan utuk sementara  dioperasionalkan gratis.

Menurut Menpupera Basuki Hadimuljono, jalan tol ruas Pakis-Malang ini telah dioperasikan per  7 April 2020, sementara untuk pemberlakuan tarifnya masih menunggu timing yang tepat dan kondusif setelah wabah Covid-19  dinyatakan berakhir.

“Ruas Pakis-Malang ini bagian dari jalan tol Pandaan-Malang (38,48 km) yang terdiri dari lima seksi. Seksi I Pandaan-Purwodadi (15,4 km), seksi II Purwodadi-Lawang (8 km), seksi III Lawang-Singosari (7,1 km), seksi IV Singosari-Pakis (4,7 km), dan seksi V Pakis-Malang (3,1 km),” ujarnya dalam siaran pers yang diterbitkan di Jakarta, Kamis (9/4).

Pengoperasian seksi V ini berlangsung estafet setelah sebelumnya dioperasionalkan seksi 1 hingga III pada medio Mei 2019 dilanjutkan dengan seksi IV November 2019. Dengan selesainya kelima seksi ini maka ruas  tol Pandaan-Malang telah beroperasi  penuh dan dapat menjangkau langsung ke pusat Kota Malang.

Pembangunan jalan tol ini dilakukan oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Jasa Marga Pandaan Malang (JPM) dengan 60 persen sahamnya dimiliki PT Jasa Marga (Persero) Tbk, 35 persen PT PP (Persero) Tbk, dan 5 persen PT Sarana Multi Infrastuktur (Persero). Total biaya untuk pembangunan jalan tol ini sebesar Rp5,9 triliun (tanah dan konstruksi). Adapun nilai konstruksi sendiri sebesar Rp3,7 triliun yang dikerjakan oleh PT PP (Persero), Tbk.

Jalan tol ini ke depan akan menjadi akses vital  arus pergerakan orang dan barang dari Surabaya-Malang dan sebaliknya. Ruas tol ini akan mempercepat waktu perjalanan  Surabaya-Malang atau sebaliknya dari  5-6 jam menjadi  2-3 jam saja.

Keberadaan tol Surabaya-Malang ini juga diharapkan akan  menunjang sektor pariwisata seperti kawasan wisata Taman Safari Prigen, Kebun Teh Wonosari, Candi Singosari, dan kawasan wisata Batu, Malang, serta memudahkan akses ke kawasan ekonomi khusus (KEK) Singosari dan Bandara Sultan Abdul Rachman Saleh.

“Kelebihan jalan tol Surabaya-Malang ini  memiliki pemandangan alam yang indah di kanan-kirinya, terutama di rest area  view-nya menghadap langsung ke Gunung Bromo dan Semeru di sisi timur, serta Gunung Arjuno di sisi barat, Gunung Kawi, Gunung Panderman di Batu, dan Gunung Penanggungan di Pandaan di sisi barat daya,” kata Basuki.