Kini, Kota ‘Acuan’ Itu Merah Semuanya

MEDAN (DPR) – Pandemic Covid masih melanda. Masih merajalela. Tak kunjung mundur walau telah banyak yang gugur. Memangsa siapa aja, dan dari latar belakang apa saja. Covid Tak peduli. Bukan hanya nyawa, pandemic ini juga mampu melahirkan konflik, menciptakan kontroversi, bahkan mengundang statement-statement yang buat geleng-geleng kepala.

Tentu saja buat geleng kepala saat ada yang bilang Ibu Kota Sumatera Utara ini menjadi acuan penanganan corona. Itu tertulis dalam sebuah media massa. “Apa-apaan ini, masak kota Medan dijadikan acuan. Apa yang mengeluarkan statement ini tak pandai baca, sudah hampir semua kecamatan ada warna merahnya,” celetuk Bang Ir, penghuni Jl. Armada, dengan nada kecewa.

Bang Ir tak terima. Statement itu dinilainya asal bunyi saja. Apa benar demikian (asal bunyi) ? Sayang, bukan itu yang ingin dibahas, tetapi kondisi Kota Medan yang sudah pada tingkat bahaya, waspada, sebab sudah zona merah semuanya. Tak ada lagi kecamatan yang ada warna kuningnya.

Ini sesuai data yang dirilis Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Medan, Jumat (5/6/2020). Disebutkan, Kecamatan Medan Belawan yang sebelumnya berada di zona kuning, telah berubah menjadi zona merah. Jumlah pasien positif covid-19 pun bertambah menjadi 340, yang sehari sebelumnya berjumlah 297 orang.

Ada 43 orang penambahan pasien positif covid-19. Jubir GTPP Kota Medan, Mardohar Tambunan mengatakan, penambahan jumlah pasien positif karena banyaknya daftar tunggu sample uji swab yang belum keluar.

“Catatan kami, ada 800 sample lagi yang belum keluar hasilnya. Kalau yang OTG (orang tanpa gejala), ODP dan PP, sudah disisir semua, penambahan berdasarkan daftar tunggu,” ucap Mardohar, yang tak lupa pula menghimbau kepada masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan agar terhindar dari penyebaran covid-19.

Selain pasien yang positif corona, saat ini jumlah PDP (Pasein Dalam Pengawasan) ada 78 orang, yang sembuh 113 dan meninggal dunia mencapai 92 orang, dengan rincian 27 positif covid-19 dan 65 lainnya meninggal dunia ketika berstatus PDP.

“Melihat status kota Medan saat ini, asumsi saya (yang bilang kota Medan bisa dijadikan acuan), hanya kalimat sindiran saja, karena menilai penanganan covid–19 yang dikomandoi PLT Walikota, sangat buruk,” celetuk Taufik sambil mengangguk-anggukkan kepala.(bang japs)