Kontrak Belum Diumumkan, Proyek Terminal Karo Sudah Dikerjakan

>>> Tak Ada Nomor Kontrak di Plank Proyek

MEDAN (DPR) – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) diduga menghambur-hamburkan anggaran dengan melanjutkan pengerjaan Terminal Tanah Karo. Sebab, proyek tersebut tidak menjadi prioritas atau refocusing, sehingga muncul dugaan telah terjadi konspirasi oleh oknum pejabat Pemprov Sumut.

“Di tengah Pandemi Covid-19 ini Pemprov Sumut masih sempat menghamburkan anggaran. Ini sangat disayangkan, karena seolah-olah Gubernur Sumut tidak mendapatkan laporan dari Kepala Dinas Perhubungan terhadap anggaran yang kita anggap masih belum memiliki urgensi,” sebut Nezar Djoeli, Sekretaris Perkumpulan Masyarakat de Empatbelas Sumut, tadi siang (11/6/2020).

Nezar juga mengaku heran dengan pengerjaan proyek Terminal Karo yang belum diumumkan di LPSE, tetapi proyek masih tetao berjalan.

“Pengerjaan proyek Terminal Karo terbit juga tidak mencantumkan nomor kontrak proyek,” beber Nezar.

Menyikapi hal ini, Nezar pun menyarankan kepada Gubernur Sumut Edy Rahmayadi untuk mengevaluasi proyek Terminal tersebut dan segera menstanvaskannya, dan dilanjutkan pada tahun anggaran berikutnya.

“Kami juga meminta kepada Komisi D DPRD Sumut agar segera memanggil Kadis terkait dan memberikan rekomendasi agar segera menghentikan proyek tersebut. Karena diduga sangat janggal. Sebab seharusnya berdasarkan Perpres PBJ, wajib memuat informasi rinci, termasuk nomor kontrak,” terang Nezar.(japs)