Gubsu Peduli Warga Sumut di Konflik Wamena (1)

Bentuk Tim Penyelamatan Warga Sumut

MEDAN (DPR)

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi dan Wakil Gubernur (Wagub) Sumut Musa Rajekshah bertemu para tokoh masyarakat dan berbagai pihak terkait penanganan warga Sumatera Utara (Sumut) yang terdampak kerusuhan di Wamena, Papua.

Pertemuan yang digelar di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro, Medan, antara lain untuk menyerap masukan dan saran dari para tokoh dan pihak terkait, serta membahas tentang berbagai langkah yang akan dilakukan untuk penanganan warga Sumut yang ada di Papua, mulai dari pemberian bantuan, penggalangan dana, kemungkinan pemulangan warga ke Sumut, penampungannya, serta sarana dan prasarana yang dibutuhkan.

Hadir di antaranya, Ketua Sumatera Berdoa J.A Ferdinandus, Kepala Cabang ACT Sumut Fadhli Septavianra, Wakil Ketua II FKUB Oemar Witaryo, Anggota FKUB Sotar Nasution, Akhmaluddin Syahputra, Pinandhita M Manoragen, dan Kahiruddin, tokoh masyarakat RE Nainggolan, Muhyan Tambusai dan Hasban Ritonga, akademisi Ichwan Azhari, Ketua Yayasan Medistra Lubuk Pakam Johannes Sembiring, Kepala Bakesbangpol Sumut Anthony Siahaan, Kabiro Umum dan Aset Setdaprov Sumut Achmad Fadly.

Gubernur menyampaikan, untuk memastikan kondisi warga Sumut di Papua, dan penanganan lebih lanjut, telah dibentuk tim penanganan warga di Papua. Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah ditunjuk oleh Gubernur sebagai ketua tim tersebut.

Saat ini, kata Gubernur, tim sudah ada yang berangkat ke Papua. “Jadi hari ini berangkat tim ke Jayapura, untuk memastikan simpang siurnya berita ini, ini perlu dipastikan, untuk penanganan lebih lanjut,” kata Edy Rahmayadi.

Setelah sampai di Papua, kata Gubernur, tim segera bekerja mengumpulkan informasi dan melakukan pendataan, antara lain tentang kondisi sebenarnya yang terjadi di Papua, kondisi dan jumlah warga Sumut yang ada di sana, bantuan yang dibutuhkan, serta langkah-langkah penanganan yang mungkin dilakukan. Serta berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait di Papua, guna mempercepat penanganan warga Sumut.

“Nanti malam dia sampai di Papua, besok pagi dia bekerja, sehingga kita tahu kondisi nyata mereka,” kata Edy Rahmayadi.

(japs/rel)