Kontroversi Film Joker, Badut Kriminal Musuh Bebuyutan Batman

(MEDAN)dpr-Membahas film-film superhero Hollywood tentu mata kita biasanya akan dimanjakan dengan efek-efek CGI yang luar biasa canggih. Tapi lainnya halnya dengan film Joker garapan sutradara Tod Philips, kamu tidak akan melihat efek-efek pertarungan dramatis antara manusia kelelawar bernama Batman dengan badut sadis bernama Joker.

Film ini lebih mengedapankan sisi psikologis manusia biasa bernama Arthur Fleck yang diperankan oleh Joaquin Phoenix di belantara kota Gotham. Arthur Fleck yang merupakan seorang badut sewaan kerap mendapat siksaan dari sekelilingnya, niat dan cita-citanya yang ingin memberi kebahagiaan pada orang-orang malah sering membuatnya kecewa. Tekanan psikologis seperti itulah yang akhirnya membuat Arthur Fleck menjadi seorang Joker, badut gila yang kerap berbuat onar hanya untuk memuaskan hasratnya pada kejahatan.

Sejak dirilis pada agustus lalu, film ini memang kerap mengundang kontroversi di beberapa negara yang menayangkannya. Adegan kekerasan yang brutal kerap menjadi bahan pertimbangan ditayangkannya film ini. Terlebih mengingat aksi penembakan di Aurora, Colorado pada 2012 yang lalu saat penayangan film The Dark Knight Rises yang menampilkan Joker sebagai musuh utama.

Penembakan itu dilakukan oleh seorang pria bernama James Holmes yang mengaku terisnpirasi dari tokoh Joker, dan menewasakan 12 orang serta melukai 58 lainnya. Kekhawatiran akan kejadian yang sama muncul sejak dirilisnya film terbaru Joker versi Joaquin Phoenix, terlebih dari keluarga dan sahabat korban penembakan brutal tersebut.

Namun, dikutip dari Psychology Today, Bobby Azarian, PhD, yang merupakan seorang ilmuwan saraf kognitif yang berafiliasi dengan Universitas George Mason mengatakan bahwa dari trailer film Joker yang telah dirilis, film ini bisa memberikan efek positif yang lebih besar dibanding efek negatifnya. Menurutnya, film joker bisa mengedukasi masyarakat bagaimana menilai gangguan mental dan psikis dan apa yang memicu seseorang melakukan tindak kekerasan.

Nah, menurut kamu gimana nih Guys? udah ada niat nonton film Joker atau belum? Filmnya juga sudah tayang di bioskop Indonesia kesayangan kamu sejak 2 Oktober 2019. Husss… Jangan jadikan Joker Inspirasi kamu ya!