DRei

Ini Solusi Cerdas Hadapi Habisnya Kuota Anggaran Rumah Bersubsidi

MEDAN (DPR) – Kuota anggaran yang telah habis membuat pengembang rumah sederhana terpaksa menghentikan pembangunan rumah bersubsidi,” aku Wakil Ketua Kadin Sumut Bidang Perumahan, Tomi Wistan yang dihubungi dproperty.co.id lewat saluran seluler, Rabu (9/10/2019).

Dia mengakui, pengembang sebenarnya masih dapat memindahkan kredit dengan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) ke skema Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT). Namun, itu bukan solusi tepat karena masih ada aturan SLF yang belum maksimal didukung oleh Pemda dan batas pengajuan hanya hitungan minggu yaitu sampai 25 Oktober 2019 dengan kuota 12.000 untuk BTN, tapi tahun depan bisa menjadi pendamping dan melengkapi kuota subsidi FLPP.

“Solusi tepat dalam waktu dekat ini adalah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) harus segera mengucurkan tambahan anggaran seperti yang dijanjikan Menkeu yang akan menurunkan anggaran sekitar Rp2 triliun atau sekitar 15-20 ribu unit,” kata Tomi.

Itupun, tambahnya, hanya bisa bertahan 2 bulan kedepan sambil pengembang berkomunikasi dengan mitranya dari mulai supplier, kontraktor, pemilik lahan sampai investor untuk melakumanh reschedule pembayaran termasuk mungkin ke bank sambil menunggu cashflow proyek berjalan normal lagi.

“Jadi ini tidak lagi menyangkut perlambatan properti semata tetapi sudah menyangkut hubungan ekonomi sosial kemasyarakatan,” pungkasnya.

(japs)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *