Minggu Ini, Apersi Akan Surati Presiden

MEDAN (DPR) – Ketiadaan bantuan untuk rumah bersubsidi dari pemerintah, membuat sejumlah developer uring-uringan. Bagaimana tidak, pengembang yang fokus pada segmen Kredit Perumahan Rakyat (KPR) Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) menuai kendala melanjutkan pembangunan perumahan yang telah dikerjakan. Untuk itu, minggu ini Asosiasi Perumahan Seluruh Indonesia (Apersi) Sumut akan menyurati presiden.

“Tentu kita masih berharap untuk tahun ini pemerintah akan menyalurkan bantuan untuk perumahan bersubsidi. Penambahan kuota sebanyak 80 unit rumah tersebut yang dijanjikan presiden,” imbuh Ketua Apersi Sumut, Irwan Ray, yang dihubungi dproperty.co.id via saluran telepon, Rabu (11/10/2019) siang.

Lebih lanjut dijelaskannya, akibat dihentikannya bantuan dari pemerintah, 90 persen anggota Apersi Sumut harus menghentikan pengerjaan.

“Apersi yang sangat terpukul dengan kondisi ini. Sebab seluruh anggota Apersi memang fokus pada segmen KPR MBR,” tukas Irwan, sembari berharap surat yang nantinya dilayangkan dapat direspon positif oleh presiden. (japs)