Dgov Headline

Pilkada Binjai, Muhri Fauzi: Tak Mau Beli Suara Rakyat

Binjai (DPR) – Muhri Fauzi Hafiz berkomitmen tidak mau membeli suara rakyat jika kelak maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Binjai tahun 2020. Dia mengaku tidak akan ambil pusing, meskipun nantinya muncul cibiran.
“Saya tidak akan melakukan itu, hanya untuk mendapatkan suara. Binjai akan jauh lebih baik lagi, jika kualitas demokrasinya semakin baik”,ujar Anggota DPRD Sumut periode 2014-2019, Senin (07/10/2019).
Bahkan meskipun kelak tidak memperoleh suara, Muhri Fauzi mengaku merasa tidak memperdulikannya. Menurutnya, masa depan Kota Binjai perlu menjadi perhatian seluruh elemen masyarakat. “Inilah momentum untuk Binjai yang lebih baik lagi”, ujarnya.
Muhri Fauzi menuturkan, pada Pilpres dan Pileg yang lalu, DPT (Daftar Pemilih Tetap) Kota Binjai pada kisaran 173 ribu jiwa. Jika 50 persen dari 173 ribu jiwa tersebut “dibeli”, berapa dana yang harus dikeluarkan dan bagaimana mengembalikannya ?.
Muhri mengalkulasi, besaran dana yang keluar bagi para calon untuk bertarung dalam Pilkada nKota Binjai, di atas Rp 10 miliar, sudah termasuk upaya-upaya membeli suara rakyat. Angka tersebut, menurutnya, belum termasuk cost politik untuk mendapatkan perahu partai.
“Pertanyaannya, apakah kita harus terus-menerus mempertahankan budaya demokrasi yang tak sehat ini ?”, tanya Muhri seraya meyakini bahwa rakyat Kota Binjai memiliki keinginan yang sama untuk tumbuh dan berkembang.
Muhri menambahkan, APBD Kota Binjai masih berada di bawah angka Rp 1 Triliun atau pada kisaran Rp 836 Miliar, itu sudah termasuk belanja pegawai. “Pemimpin mendatang tidak akan mampu menggerakkan APBD secara maksimal, karena harus mengembalikan modal membeli suara rakyat saat Pilkada”, ujarnya.
Muhri mengajak seluruh rakyat Kota Binjai untuk sama-sama berjuang membangun daerah dan melupakan kepentingan sesaat saja. “Ayo kita jadikan Binjai sebagai Kota yang layak huni”, ujarnya.(***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *