Wiranto Jadi Target Dendam

MEDAN (DPR) – Motif penyerangan Wiranto, Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Kemanan (Menkopolhukam), diduga karena dendam. Pemberantasan teroris yang gencar dilakukan pemerintah membuat Jenderal Purn Wiranto menjadi sasaran utama anggota ISIS.

Menurut pengamat teroris Al-Chaidar sejak tahun 2016, organisasi terlarang ISIS memang membuat sebuah plot serangan bernama serangan tebang pilih. Tidak lagi acak seperti sebelumnya, kini mereka menyasar tokoh-tokoh tertentu yang dianggap sebagai musuh besar kelompok mereka.

Wiranto sebagai Menkopolhukam dianggap memiliki pengaruh besar terhadap pemberantasan terorisme di Indonesia.

“Namanya serangan tebang pilih artinya mengincar pejabat tertentu saja karena dianggap musuh Islam,” kata Al-Chaidar, disadur dari Wartakotalive.com, Jumat (11/10/2019) .

Bisa jadi kata Al-Chaidar, pernyataan-pernyataan keras Wiranto selama ini di media massa, menjadi pemicu utama dari kenekatan mereka menyerang tokoh sekelas pejabat tingkat pertama.

“Bisa jadi pernyataan-pernyataan Wiranto dianggap menyakitkan perasaan mereka,” kata Al-Chaidar.

Ia juga menduga penyerangan terhadap Wiranto merupakan rencana dari kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Sumatera Utara.Hal itu karena dari satu di antara tersangka penyerangan Abu Rara merupakan teman dari pelaku teroris penyerang anggota Brimob Medan.“Sehingga bisa jadi ada motif dendam juga disitu,” kata Al-Chaidar.

Oleh karenanya, kata Al-Chaidar, sudah waktunya pemerintah merubah penerapan-penerapan jadul pemberantasan terorisme .Menurutnya, semakin pemerintah bereaksi keras kepada para teroris maka hal tersebut akan meningkatkan sel aktif dari jaringan-jaringan teroris lainnya.

“Jadi harus dilawan secara lembut, ya deradikalisasi itu harus ditunjukan benar-benar ada, inikan bukan negara kekuasaan,” kata Al-Chaidar.

Pelaku Dipastikan Anggota ISIS Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menyebut kronologi penyerangan Wiranto. Kedua pelaku kata Dedi tiba-tiba saja mendekat ke arah Wiranto. Pelaku pria membawa senjata tajam yang diperkirakan sebuah pisau atau gunting kecil.

“Kemudian pelaku lakukan serangan penusukan ke bagian depan Pak Menko, disitu ada Pak Kapolsek dan Kapolda juga,” kata Dedi dalam konverensi pers, di Polri.

Bukan hanya Wiranto, akibat penyerangan itu Kapolsek juga mengalami luka tusukan di bagian belakang. “Kapolsek Menes tertusuk di bagian belakang, namanya Kompol Heriyano,” kata Dedi.

Dedi menjelaskan, akibat penyerangan tersebut, Kapolsek dan Menko Wiranto langsung dibawa ke rumah sakit setempat. “Terduga pelaku masih diamankan di Polres Pandeglang , Polda Banten dan di back up Densus 88,” kata Dedi Diduga kata Dedi, kedua pelaku sudah terpapar paham radikal ISIS.

“Ini sedang didalami apakah mereka bagian dari Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Cirebon atau Sumatera Utara,” kata Dedi.

Wiranto Lakukan Ini Dalam Mobil

Menteri Koordinator Polhukkam itu kini dirawat di RSUD Pandeglang untuk mengatasi luka tusuk di perut kirinya.

Saat penusukan terjadi, Wiranto tampak lekas ambruk, dan langsung diangkat kembali ke dalam mobilnya.

Tapi ternyata Wiranto tidak benar-benar terkapar atau tak sadarkan diri.

Wiranto tampak masih duduk seperti orang normal di dalam mobil.

Ia juga tampak masih bisa memberi perintah dengan tangan kirinya.

Hal itu terlihat dalam beberapa rekaman video yang tersebar di berbagai media sosial.

Posisi Pelaku?

Sementara itu, sebelum peristiwa terjadi, beberapa foto menunjukkan posisi kedua pelaku sesaat sebelum penusukan terjadi.

Kedua pelaku ternyata berdiri tak sampai 2 meter dari tempat Wiranto turun dari mobil.

Tepatnya kedua pelaku berdiri di belakang Kapolsek setempat yang menyalami Wiranto seusai turun dari mobilnya.

ISIS

Penyerang Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Jenderal Purn Wiranto diduga merupakan jaringan ISIS Indonesia.

Hal tersebut diungkapkan oleh Karopenmas Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo.

Brigjen Pol Dedi Prasetyo menjelaskan kronologi penyerangan Wiranto.

Kedua pelaku kata Dedi Prasetyo tiba-tiba saja mendekat ke arah Wiranto.

Pelaku pria membawa senjata tajam yang diperkirakan sebuah pisau atau gunting kecil.

“Kemudian pelaku lakukan serangan penusukan ke bagian depan Pak Menko, disitu ada Pak Kapolsek dan Kapolda juga,” kata Dedi Prasetyo dalam konverensi pers, di Mabes Polri.

Bukan hanya Wiranto, akibat penyerangan itu Kapolsek Menes Pandeglang juga mengalami luka tusukan di bagian belakang.

“Kapolsek Menes tertusuk di bagian belakang, namanya Kompol Heriyano,” kata Dedi.

Dedi menjelaskan, akibat penyerangan tersebut, Kapolsek dan Menko Wiranto langsung dibawa ke rumah sakit setempat.

“Terduga pelaku masih diamankan di Polres Pandeglang , Polda Banten dan di back up Densus 88,” kata Dedi.

Diduga kata Dedi, kedua pelaku sudah terpapar paham radikal ISIS.

“Ini sedang didalami apakah mereka bagian dari Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Cirebon atau Sumatera Utara,” kata Dedi.

Menanggapi kabar itu, Mabes Polri mengatakan pelaku upaya penusukan tersebut sudah diamankan oleh kepolisian.

Dinukil dari Wartakotalive.com, Menkopolhukam Wiranto diserang orang tak dikenal di kawasan Banten, Kamis (10/10/2019).

Menanggapi kabar itu, Mabes Polri mengatakan pelaku upaya penusukan tersebut sudah diamankan oleh kepolisian.

“Ya, untuk pelaku sudah diamankan,” ujar Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo, ketika dikonfirmasi, Kamis (10/10/2019).

Mantan Wakapolda Kalimantan Tengah itu menuturkan, saat ini Kapolda Banten tengah berada di lokasi tempat Wiranto ditusuk.

Namun, ia tak bisa berbicara banyak, lantaran masih menunggu informasi lebih lanjut.

“Kapolda (Banten) ada di TKP. Saat ini sedang diperiksa dulu,” kata dia.

(japs/bes)

Post Author: fauzipohan

Tinggalkan Balasan