Arteria Dahlan dan Perlunya Etika dalam Berbicara Pada Orang yang Lebih Tua

Berbicara tentu tak bisa lepas dari hidup manusia, tuhan memberi mulut untuk kita gunakan sebagai alat berkomunikasi. Pada hakikatnya komunikasi juga memiliki norma-norma dalam pengaplikasiannya, terlebih komunikasi verbal.

Dalam acara diskusi di stasiun televisi swasta yang membahas Perpu KPK, ada sebuah moment ketika masyarakat menyaksikan seorang anggota DPR-RI dari fraksi PDIP bernama Arteria Dahlan yang mempertontonkan arogansinya ketika beradu argumen dengan seorang Profesor, ahli ekonomi, cendekiawan, pengajar, mantan menteri, yang juga merupakan penerima penghargaan dari lembaga konservasi mandiri terbesar di dunia. Pria tersebut bernama Prof. Dr. Emil Salim, pria kelahiran Lahat Sumatera Selatan yang saat ini berusia 89 tahun.

Dilihat dari segi pengalaman tentu betapa kecilnya Arteria dibanding sang Profesor. Lalu bagaimana pula ia dengan angkuhnya berani menunjuk-nunjuk Prof. Emil sembari berkata-kata dengan nada yang cukup membentak? Tidak hanya pada Sang Profesor, berkali-kali pula dalam diskusi tersebut Arteria terlihat memotong pembicaraan lawan bicaranya.

Hal itu yang membuat warganet geram dan mengecam tindakan Arteria tersebut, bahkan perbincangan mengenai Arteria Dahlan menjadi trending topic di twitter. Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia (Himpasiling UI) menuntut agar Arteria meminta maaf kepada Prof. Emil Salim atau meminta PDIP untuk melakukan Pergantian antarwaktu (PAW) kepada Arteria.

pada akhirnya apa yang paling disayangkan adalah sifat ketidaksopanan dan arogansi yang ditunjukkan oleh pejabat publik kekhalayak ramai. Sebaiknya Arteria lebih menekan sikap tempramennya dalam sebuah diskusi, terutama kepada orang yang usianya berada jauh diatas.

Post Author: arie

Tinggalkan Balasan