Sastrawan Eka Kurniawan Tolak Penghargaan dari Kemendikbud

JAKARTA(DPR)- Sastrawan yang karyanya sudah malang melintang di dunia literasi Indonesia bernama Eka Kurniawan menolak penghargaan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI).

Informasi mengenai penolakan dirinya atas penghargaan tersebut ia tulis di akun Facebook-nya. Dilansir dari Harian Kompas, ia mengungkapkan ada beberapa alasan yang membuat dirinya menolak penghargaan tersebut.

Pertama tidak adanya perlindungan yang pasti terhadap kerja-kerja kebudayaan. Seperti contohnya buku-buku yang begitu mudah dirampas dan dirazia di toko buku baik kecil maupun besar. Kedua, Eka menganggap tidak ada perlindungan terhadap industri perbukuan Indonesia, misal pembajakan buku yang sudah lama terjadi masih marak hingga saat ini.

Eka juga menyoroti ketidakhadiran negara dalam melindungi hak-hak berekspresi secara luas, khususnya seniman dan penulis Indonesia. Menurut Eka, komitmen pemerintah untuk meningkatkan kualitas intelektual harus disertai dengan kebebasan berekspresi dan berpendapat. Meski beberapa seniman seperti Goenawan Mohammad, Butet Kertaradjasa, dan Adie MS cukup dengan istana, menurut Eka tak ada perhatian secara layak kepada seniman.

Anugerah Kebudayaan merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan oleh kemendikbud, kegiatan ini digelar untuk memberi penghargaan kepada individu, kelompok, atau lembaga yang melestarikan dan memajukan bidang bahasa, kesusasteraan, cagar budaya, kesenian, perfilman, kemuseuman, sejarah, dan tradisi. (Arie)

Post Author: arie

Tinggalkan Balasan