Soal Properti Bodong, Berikut Jurus Ampuh dari AREBI

Keberadaan asosiasi seperti AREBI memang sangat dibutuhkan oleh para agen dan broker properti. Memang tidak semua tertarik untuk bergabung dengan sejumlah alasan.

Namun, berbagai kasus penipuan, termasuk properti bodong yang terjadi setidaknya semakin menyadarkan konsumen properti akan pentingnya asosiasi sebagai salah satu syarat yang menyatakan keabsahan seorang agen. Transaksi properti pun dijamin bisa berjalan lebih aman dan nyaman.

AREBI merupakan satu-satunya asosiasi sebagai wadah bagi perusahaan agen dan broker properti yang sudah sudah 27 tahun berdiri. Namun demikian, ternyata belum banyak yang kenal dan tahu mengenai Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (AREBI) tersebut.

Sekilas mengulik sejarah, muasal mendirikan asosiasi ini sudah ada sejak tahun 1980-an yang semula diniatkan oleh Ferry Sonneville, Ketua Realestate Indonesia (REI) dan Federation International des Administrateurs de Bien Conselis Immobiliers (FIABCI) saat itu. Rapat perdana digelar tahun 1989 dan terus berjalan hingga 10 tokoh menyepakati asosiasi melalui nota kesepahaman yang ditandatangani pada 7 Oktober 1992.

Para tokoh pendiri AREBI tersebut, yakni Ferry Sonneville, Moh. S. Hidayat, Enggartiasto Lukita, Budiarsa Sastrawinata, Sulistiyo Sidarto Mulyo, Velly Theisa, Frans Mardi, Tommy Sunyoto, Inca W Sianipar, dan Cynthia G Sonneville. AREBI pun kemudian diresmikan dan dikukuhkan pendiriannya pada 17 November 1992 oleh Menteri Perumahan Rakyat Ir Siswono Yudohusodo.

Hingga saat ini, AREBI tercatat telah berganti kepengurusan dengan sekira 5 toko yang pernah menjabat sebagai Ketua Umum. Periode pertama (1994-1997), Cynthia Guedolyn Sonneville terpilih menjadi Ketua Umum melalui Musyawarah Nasional (Munnas I) tahun 1994. Putri mantan pemain bulutangkis Indonesia, Ferdinand Alexander “Ferry” Sonneville ini pun dipercaya kembali pada periode 1997-2000.

Ketua Umum AREBI selanjutnya adalah Tirta Setiawan yang juga menjabat dua periode, sejak 2001-2009. Demikian halnya Darmadi Darmawangsa yang juga menjabat Ketua Umum sejak 2009-2015. Berikutnya adalah Hartono Sarwono yang menjabat Ketua Umum sejak 2015-2018.

Dalam gelaran Munas ke VIII di Tangerang Selatan, September 2018 lalu, Lukas Bong terpilih menjadi Ketua Umum AREBI periode 2018 hingga 2021. Berbagai tugas dan pekerjaan rumah masih harus dan akan terus dilakukan. Beberapa kegiatan rutin seperti training yang telah menghasilkan 4.158 lisensi, kemudian sertifikasi bagi para broker sudah sebanyak 1.569 lisensi.

Sejak tahun 1992 hingga saat ini, DPD AREBI baru ada di 14 provinsi yang tersebar di Pulau Jawa, Sumatera, Kepulauan Riau, Bali, Sulawesi dan Kalimantan. Asosiasi ini telah memiliki anggota sebanyak 1.171 perusahaan. Sebarannya, 80 persen berada di DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat.