Gerindra Bantah Minta Jatah Menteri

JAKARTA (DPR) – Pertemuan Ketua Umum Partai Gerindra dan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, menimbulkan berbagai asumsi. Diantaranya dan paling menonjol adalah anggapan kalau Gerindra kini tengah memburu jatah kursi menteri pada Kabinet  Jilid II di Pemerintahan Joko Widodo. Tapi asumsi ini langsung dibantah Juru Bicara Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak.

Pria yang digadang-gadang telah mendapat restu dari Prabowo untuk maju pada Pilkada Medan 2020 mendatang ini, mengaku Partai Gerindra tak aktif melakukan lobi-lobi untuk mendapatkan posisi menteri di kabinet kerja Jokowi-Ma’ruf.

“Gerindra sampai sekarang tidak aktif melobi ya. Harus dipahami, Gerindra dalam posisi siap duduk sebagai oposisi atau dalam pemerintah,” kata Dahnil di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (14/10/2019).

Menurut Dahnil, kedatangan Prabowo ke kediamannya Surya Paloh tadi malam (13/10/2019), hanya  ingin menyerahkan konsep untuk pemerintahan. “Jadi kami tidak pernah minta satu menteri, dua menteri, tiga menteri, sama sekali tidak. Jadi Pak Prabowo posisinya sangat pasif. Bahkan rekonsiliasi diundang Pak Jokowi dan Ibu Mega,” ujar dia.

Selanjutnya, Dahnil mengatakan, pihaknya tak mempermasalahkan jika konsep-konsep itu diterima pemerintah meskipun Gerindra tak mendapatkan kursi menteri.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menyebut, susunan kabinet jilid II saat ini sudah rampung. Susunan kabinet akan diumumkan segera setelah ia dan Ma’ruf Amin dilantik sebagai presiden dan wakil presiden 2019-2024. Acara pelantikan akan digelar di Gedung MPR pada Minggu (20/10/2019) pukul 14.00 WIB.

“Nanti mungkin bisa hari yang sama (diumumkan). Mungkin sehari setelah pelantikan,” kata Jokowi sembari mengakui, tidak tertutup kemungkinan akan terjadi perubahan sampai hari pengumuman nanti.

“Nanti mungkin bisa hari yang sama (diumumkan). Mungkin sehari setelah pelantikan,” kata Jokowi sembari mengakui, tidak tertutup kemungkinan akan terjadi perubahan sampai hari pengumuman nanti.

“Mungkin ada beberapa pertimbangan masih bisa,” kata dia.(japs/ber)