Setahun Gubsu Edi Pimpin Sumut, Kinerjanya Mulai Terlihat

Setahun Edy Rahmayadi Pimpin Sumut: Gubernur Rasa Wali Kota Hingga Dituding ‘Asbun’ 

MEDAN (DPR) – Telah setahun Edy Rahmayadi memimpin Provinsi Sumatera Utara untuk periode 2018-2023. Bersama wakilnya, Musa Rajekshah, ia terus berupaya melakukan pembenahan di berbagai lini, walau terkadang sikap dan statementnya mengundang kritik dari masyarakat dan tokoh – tokoh di Sumut.

Demikian pengakuan Ali Hanafiah, politisi Partai Golkar yang pernah bertugas mengawasi kinerja Gubsu Edi Rahmayadi dan jajarannya, selama satu tahun.

Kata Ali Hanafiah, dengan jargon ‘Sumut Bermartabat’, orang nomor satu tersebut ingin masyarakat Sumatera Utara memiliki daya saing, terutama di era industri 4.0 ini.

“Maksudnya, tak lain agar siapa saja yang berkenan mendukung dirinya menuju cita-cita itu, Gubsu akan senantiasa mendorongnya (peningkatan SDM). Dengan begitu tingkat pengangguran di Sumut pun akan berkurang,” sebut Ali Hanafiah.

Bukan itu saja, lanjut Ali Hanafiah, dukungannya di bidang kesehatan juga patut diacungi jempol, dengan berupaya mengurangi angka penderita stunting, atau bayi yang pertumbuhan fisiknya tidak sesuai usia akibat kekurangan gizi.

“Dan, misi Gubsu untuk mengembalikan posisi Sumatera Utara yang pernah berjaya di ranking ketiga kembali naik secara nasional, harus didukung berbagai pihak. Perlu kerjasama dari setiap elemen masyarakat. Setelah satu tahun memimpin Sumut, mungkin masih terlalu dini menilai Gubsu Edy gagal atau berhasil memperjuangkan visi Sumut Bermartabat. Masih tersedia waktu cukup panjang, empat tahun, untuk menyimpulkannya, sampai 2023. Tapi sejauh ini kinerjanya mulai terlihat,” urai Ali Hanafiah, sembari
mengungkapkan rasa optimis pada target yang akan dicapai Gubsu Edy Rahmayadi.(japs)