Bandara Freeport Mau Dibikin Ramai

MEDAN(DPR) – Generasi milenial disebut-sebut belum punya keinginan untuk memiliki rumah, karena lebih mengutamakan ngopi dan travelling.Direktur Utama dan Co-Founder Gradana Angela Oetama menjelaskan padahal rumah atau properti juga bisa menjadi investasi yang menggiurkan.

Apalagi sekarang investasi properti bisa menggunakan fintech. Dia menyebutkan ada beberapa perbedaan antara Fintech P2P dan Bank Mortgage. Menurutnya, berdasarkan jangka waktunya, tenor P2P cenderung lebih cepat yakni hanya 24 bulan dan 36 bulan. Sementara bank mortgage memerlukan waktu yang lebih lama.

“Milenial ini menyukai segala sesuatu yang cepat dan transparan. Fintech menawarkan customer experience yang berbeda seperti, transparansi dan kecepatan proses,” ujar Angela dalam acara Indonesia Mortgage Forum, di Hotel Shangri-La, Jakarta, Kamis (17/10/2019).

Ambar menambahkan dengan adanya LOCA yang telah ditandatangani maka maskapai yang masuk ke Timika sudah bisa menggunakan landasan dan parkir di bandara. Saat ini, maskapai yang melayani penerbangan di bandara ini hanya Garuda Indonesia dan Sriwijaya Air.

“Jadi memang, dengan adanya LOCA ini diharap ada operator maskapai baru bisa masuk ke Timika. Saat ini maskapai Batik sudah siap akan masuk ke Timika,” tambah Ambar.

AVCO sebagai pengelola bandara mengaku akan menerapkan standardisasi layanan penerbangan dengan Kementerian Perhubungan.

“Karena sertifikat masih dimiliki Freeport, kami bekerja sama agar tercapainya standardisasi penerbangan, seperti security-nya, hal-hal tentang penerbangan sipil ” kata Kepala Bandara Timika, Subagyo.