APERSI SUMUT KEMBALI TAGIH JANJI JOKOWI REALISASIKAN TAMBAHAN KUOTA RUMAH BERSUBSIDI

>>> Pasca Pelantikan Presiden


MEDAN (DPR)
– Pasca pelantikan Presiden-Wakil Presiden, Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI) Sumut kembali menagih janji Presiden Jokowi yang akan merealisasikan penambahan kuota anggaran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Sebab, masih ‘membekunya’ anggaran tersebut, berdampak domino, bukan hanya merugikan para pengembang, tetapi juga mengancam pada pemilik usaha panglong atau penyedia material, serta merugikan masyarakat yang segera ingin menempati rumah.

Demikian disampaikan Ketua DPD APERSI Sumut, Irwan Ray, yang didampingi Sekretaris Yulius, Bendahara Yanti Nabila, dan Fadli Lubis selaku Wakil Ketua Bidang Promosi dan Humas.

Menyikapi dampak domino yang dialami banyak pihak, Irwan mendesak pemerintah agar segera merealisasikan tambahan kuota FLPP, setidaknya untuk 20 ribu unit rumah dari 80 ribu unit yang dijanjikan, agar kebutuhan rumah dari masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) bisa tetap terpenuhi.

Irwan menegaskan, jika tidak segera direalisasikan penambahan kuota tersebut, akan berimbas kepada para pengembang. Pasalnya, para pengembang menggunakan kredit perbankan untuk pengerjaan konstruksi sehingga jika tidak segera direalisasikan, bunga pinjaman akan semakin membebani.
“Jika pengembang tidak mampu bayar, maka NPL (kredit macet) terancam bisa semakin tinggi,” ucapnya.

Menurut Irwan, pihaknya sudah meminta penjelasan kepada Kementerian PUPR terkait dengan kendala yang dihadapi hingga tambahan kuota FLPP belum juga dapat direalisasikan hingga saat ini. Namun sayangnya, hingga kini pihaknya belum mendapat penjelasan. Sebab, jika tidak direalisasikan dalam waktu dekat ini, Irwan menilai program tersebut tidak akan berjalan secara efektif.

“Masalahnya ini 2 bulan lagi sudah mau akhir tahun. Kalau lebih lama lagi realisasinya, nanti alasannya tidak terserap kuotanya, padalah persoalannya ada di sana (pemerintah),” sebutnya, Selasa (22/10/2019).(japs)