APL Bangun Kota Baru Sebagai Solusi Atasi Kemacetan

JAKARTA (DPR) – Berlokasi di Selatan Jakarta, hanya 30 menit dari Bandara Halim Perdana Kusuma, kawasan hunian ini berada tepat di exit tol.

Dikenal sebagai kota yang padat, mobilitas masyarakat di Jabodetabek tercatat mencapai 47,5 juta perjalanan orang perhari. Di Jakarta sendiri, pergerakan perharinya mencapai 23,42 juta perjalanan orang sehingga dapat dibayangkan betapa padatnya lalulintas kota ini. Sementara itu, data yang dipaparkan oleh Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) dalam sebuah forum diskusi baru-baru ini memaparkan bahwa ruas-ruas jalan Jabodetabek juga mengalami kemacetan parah akibat jumlah kendaraan pribadi yang mencapai 62 persen dari total keseluruhan kendaraan, 19 persen angkutan umum, dan hanya 2 persen angkutan umum berbasis rel sedangkan 23 persen adalah transportasi lainnya.

Sementara itu rasio fasilitas jalan raya di Jakarta saat ini hanya sebesar 6 persen dan semakin menurun tidak sebanding dengan jumlah kendaraan pribadi, sedangkan transportasi massal perkotaan juga masih bertumpu pada angkutan konvensional seperti angkot dan metro mini sehingga kepadatan jalanan belum dapat diurai dengan baik.

Menyingkapi hal tersebut, Agung Podomoro Land (APL) sebagai pengembang yang telah berpengalaman lebih dari 50 tahun menyatakan keseriusannya membangun kota baru Podomoro Golf View (PGV) sebagai salah satu andil APL dalam solusi mengatasi kemacetan dengan membentuk sebuah kawasan hunian terpadu dimana dalam kawasan ini terdapat stasiun LRT, park and ride serta feeder untuk kendaraan umum.

Dengan fasilitas yang ada, baik penghuni maupun masyarakat sekitar dapat memanfaatkan dengan baik sehingga bisa mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.

Rumah mewah namun terjangkau klaster Juniper dari Podomoro River View (PRV) dengan desain modern kontemporer yang lega berada di kawasan Podomoro Golf View (PGV). Kawasan yang dikelilingi oleh 3 lapangan golf ini juga dilalui oleh sungai dan lengkap berbagai fasilitas menjadikannya one stop living yang nyaman.

Meski dengan harga yang terjangkau, klaster Juniper memiliki segudang benefit, salah satunya adalah sangat dekat dengan stasiun LRT dalam kawasan, yang dapat dicapai dengan berjalan kaki.

Jadi penghuni tidak perlu bermacet-macetan dan menghabiskan banyak biaya untuk bahan bakar transportasi karena cukup dengan berjalan kaki dan munggunakan LRT penghuni dapat mencapai pusat kota Jakarta tanpa macet dengan harga sangat murah dibandingkan berkendara pribadi.

Dalam sebuah forum diskusi baru-baru ini, kehadiran kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihartono, Bupati Bogor Hj. Ade Yasin, dan Direktur Utama Perum Pengangkutan Penumpang Djakarta (PPD) Pande Putu Yasa di Marketing Lounge Podomoro Golf View bersama media merupakan bentuk edukasi dan informasi berkesinambungan dari keseriusan pemerintah dalam mengurai kemacetan di Jabodetabek dan dukungan Agung Podomoro Land dalam mewujudkan kawasan hunian berkonsep TOD, di mana kawasan Podomoro Golf View sendiri telah resmi sebagai transfer point TOD pada 21 April 2018 lalu.

“Diharapkan hadirnya TOD Gunung Putri di PGV ini dapat membantu masyarakat sekitar dalam mobilisasi dengan moda yang aman, murah dan mudah dengan mobilisasi tinggi” jelas Bambang.

Selain itu bus Pengangkut Penumpang Djakarta (PPD) telah beroperasi dari kawasan PGV ke pusat Kota Jakarta seperti Semanggi, Monas, Harmoni, Blok M, Podomoro City hingga Grogol dan akan menyusul berbagai trayek lainnya dengan tujuan objek vital di Jakarta.

Bagi penghuni yang masih tetap menggunakan kendaraan pribadi, lokasi klaster Juniper yang strategis juga bebas macet karena berada tepat di depan exit Tol Cimanggis sudah langsung masuk kawasan, dan hanya 30 menit dari bandara Halim Perdanakusuma, sehingga hunian klaster Juniper mudah dijangkau dan mudah kemana saja (easy to reach, easy to mobile).(japs/dtc)