Gubsu Edi Mengaku Loyal Sama Perintah Jokowi

Gubernur Sumatera Utara Edi Rahmayadi.(japs/dok)

MEDAN (DPR) – Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mengatakan loyal terhadap apa yang diperintahkan Presiden terkait rencana pemangkasan jumlah jabatan eselon di pemerintahan. “Kita loyal apapun yang diperintahkan. Kalau itu menjadikan baik, kita lakukan,” sebut Edy usai menyambut 175 pengungsi Wamena di kantor Gubernur Sumut Jalan Diponegoro Medan, Senin (21/10) sore.

Dia mengakui, pemangkasan tersebut jika terealisasi pasti berdampak sosial bagi pejabat eselon. “Sudah pasti ada dampak sosial bagi eselon yang dipangkas. Tapi nanti dibahas berikutnyalah, itu akan ada kebijakannya,” pungkasnya.

Dikatakannya, sebagai Gubernur dirinya siap membantu dan bekerjasama dengan pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin.

Menurutnya, cita-cita nasional harus diwujudkan bersama dan hal itu mesti dimulai dari upaya sinkronisasi antara program pemerintah daerah dengan pusat. “Tapi yang terpenting program nasional dan daerah harus tersambung dengan baik dan kita siap bekerjasama,” pungkasnya.

Seperti diketahui, usai dilantik pada periode kedua kepemimpinannya, Presiden Jokowi dalam pidato pelantikannya mengatakan bahwa salah satu targetnya ke depan adalah penyederhanaan birokrasi. Jokowi mewanti-wanti para pejabat untuk bekerja dengan baik demi tercapainya pembangunan Indonesia. “Eselonisasi harus disederhanakan. Eselon I, eselon II, eselon III, eselon IV, apa tidak kebanyakan? Saya minta untuk disederhanakan menjadi dua level saja, diganti dengan jabatan fungsional yang menghargai keahlian, menghargai kompetensi. Saya juga minta kepada para menteri, para pejabat dan birokrat, agar serius menjamin tercapainya tujuan program pembangunan. Bagi yang tidak serius, saya tidak akan memberi ampun. Saya pastikan, pasti saya copot,” ujarnya.

Penyederhanaan birokrasi itu menurut Presiden, harus terus dilakukan besar-besaran. Lalu investasi untuk penciptaan lapangan kerja harus diprioritaskan. (japs/net)