Analis : Kabinet Indonesia Maju Jokowi Disambut Positif Investor

EKONOMI(DPR) – Presiden Joko Widodo atau Jokowi telah mengumumkan kabinet terbarunya dan menggelar rapat terbatas perdana dengan menteri-menteri di kabinet tersebut. Sejumlah wajah baru muncul dalam Kabinet Indonesia Maju 2019-2024 disambut beragam respon, meskipun lebih banyak investor bersikap positif.

Direktur Riset dan Investasi Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengaku, pengumuman dan pelantikan menteri dalam Kabinet Indonesia Maju 2019-2024 menjadi salah satu katalis positif bagi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Pada perdagangan, Kamis (24/10) kemarin, IHSG kembali menguat.

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan tercatat menguat usai dibuka pada awal perdagangan sesi pertama, pada pukul 10.35 WIB, Kamis 24 Oktober 2019. IHSG tercatat menguat ke level 6.306,70 atau menguat 0,78 persen dibandingkan pada penutupan perdagangan kemarin.

Dikutip dari RTI (situs yang memberi informasi market dan menganalisa grafik saham), sepanjang awal sesi, IHSG langsung menguat di rentang 6.270 hingga 6.309. Tercatat sebanyak 208 emiten menguat, 135 tak bergerak dan 138 saham melemah. Dengan kondisi ini kapitalisasi pasar di bursa efek mencapai angka Rp 7.275,74 triliun.

Investor asing juga mencatatkan nett buy atau aksi beli bersih sebesar Rp 150,35 miliar di seluruh jenis pasar. Aksi beli bersih paling banyak terjadi di pasar reguler dengan nilai Rp 279,19 miliar. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat 0,11 persen ke level Rp 14.014 di pasar sekunder.

Sedangkan nilai tukar dalam kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) juga menguat ke level Rp 13.996 per dolar AS dari Rp 14.051 pada hari sebelumnya. Susunan kabinet Jokowi, menurut Kepala Riset dan Edukasi PT Monex Investindo Futures Ariston Tjendra menopang penguatan rupiah.

Resposn pasar terhadap susunan menteri cukup positif dan menimbulkan optimisme 5 tahun ke depan. “Optimisme (pertumbuhan ekonomi 5 tahun ke depan) muncul, tetapi masih harus didukung data. Rupiah tak akan menguat terus-menerus dan masih  bergantung kepada data ekonomi Indonesia setelah kabinet ini bekerja,” ujar Ariston.

Presiden Jokowi berjanji untuk meningkatkan investasi dan kemudahan berbisnis untuk masa jabatan lima tahun keduanya. Guna mencapai tujuan ini, Jokowi menunjuk kembali Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan serta membawa sejumlah taipan bisnis dan teknokrat untuk menangani pos-pos kementerian ekonomi.

Jokowi pun mempercayai pesaingnya dalam pemilu 2014 dan 2019, Prabowo Subianto, untuk menjabat sebagai Menteri Pertahanan. Langkah ini sekaligus memperluas koalisi partai-partai yang mendukung pemerintah menjadi hampir 75 persen kursi di parlemen.

Jajaran menteri baru Kabinet Indonesia Maju yang ditunjuk Jokowi untuk mendampinginya dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin, dipandang akan membantu memulihkan kepercayaan investor. “Kami percaya kabinet baru ini layak dan dapat mendukung reformasi lebih lanjut di masa mendatang. Reformasi struktural maupun peraturan yang sulit dapat didorong tanpa banyak kesulitan,” ujar Ferry Wong, analis di Citigroup Inc. (Fauzi)