Pengembang Harap Wamen PUPR Paham Sektor Perumahan

BeritaProperty(DPR) – Mantan Bupati Jayawijaya sekaligus politisi PDIP, John Wempi Wetipo, ditunjuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), pada Jumat (25/10). Wempi diminta memacu pembangunan infrastruktur wilayah timur Indonesia serta membantu pengawasan proyek infrastruktur yang masih berjalan.

Sebelumnya, Wempi menjabat Bupati Kabupaten Jayawijaya selama dua periode antara 2008 dan 2018. Pria kelahiran 15 September 1972 ini memiliki latar belakang sebagai politisi. Ia meniti karir sebagai pegawai negeri pada 1996, secara perlahan karirnya mulai menanjak hingga ditunjuk sebagai Kepala Bidang Pariwisata Kabupaten Jayawijaya.

Ditunjuknya John Wempi Wetipo menjadi Wamen PUPR, ditanggapi oleh sejumlah pengembang dengan berbagai reaksi. Sekretaris Jenderal DPP Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) Paulus Totok Lusida mengatakan, sebagai Wamen PUPR, harus memiliki kompetensi di bidang perumahan secara spesifik. Siapapun figurnya, dirinya berharap orang tersebut sangat paham dalam sektor perumahan di tanah air.

“Bidang perumahan di Indonesia itu luas, dan butuh profesional yang berkompeten. China jadi negara yang besar, karena atensi sektor propertinya sangat serius. Jika Wakil Menteri PUPR punya kompetensi di sektor perumahan, tentu ini menjadi hal yang positif bagi sektor perumahan,” tegas pria asal Surabaya, Jawa Timur ini, 

Hal senada juga disampaikan Ketua Umum Himpunan Pengembang Pemukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra), Endang Kawidjaja. Terpilihnya Wempi memicu isu keberpihakan soal perumahan. “Apapun latar belakangnya sang Wamen, jika dia tak memiliki keberpihakan kepada sektor perumahan, ya pasti akan sulit nantinya,” jelas Endang.

Jika kompetensi Wamen tak cukup baik di sektor industri perumahan, Endang khawatir ini akan mengganggu keharmonisan di kementerian terkait, lantaran menjadi ada dua kebijakan dari level pimpinan. “Tanpa keberpihakan yang solid, potensi gesekan terkait kebijakan bisa saja terjadi di level pimpinan,” sambung Endang.

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Pengembang Properti dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Junaidi Abdillah menyampaikan hal yang berbeda dengan Totok Lusida dan Endang Kawidjaja. Menurut Junaidi, penunjukkan Wempi adalah hal krusial yang memang harus segera dilakukan Kementerian PUPR.

Walaupun begitu, menurutnya ini keputusan pemerintah, namun Alumni Fakultas Farmasi Universitas Airlangga ini berharap agar Wamen terpilih bisa mengikuti irama industri properti di Indonesia dengan baik. “Bahwa ada tensi untuk fokus pembangunan Indonesia Timur, tapi kan Indoneisa itu luas. Ya kita liat saja nanti gimana kerjanya,” tukasnya.