SALURAN IRIGASI PSDA SUMUT JEBOL

>>> Kuat Dugaan Akibat Kurang Volume

PADANG SIDEMPUAN (DPR) – Diduga akibat kurangnya volume, saluran irigasi sepanjang 20 meter di Kelurahan Panyanggar, Kecamatan Sidimpuan Utara, jebol, pekan kemarin. Kondisi ini menimbulkan kecemasan dari para petani setempat, karena lahan pertaniannya akan mengalami kekeringan.

Informasi yang diperoleh wartawan, pekerjaan irigasi PSDA sepanjang 20 meter itu merupakan pekerjaan pada tahun anggaran 2018 lalu.

“Kita sudah surati UPT Dinas PSDA Pemprosu untuk segera melakukan tindakan darurat, sehingga air kembali mengalir dan lahan pertanian warga tidak kekeringan,” kata Kepling I dan II Panyanggar, Nagar Harahap dan Arifin Efendi,kepada Wartawan, Minggu (27/10/2019).

Menurut Nagar, pekan kemarin saat hujan turun deras beberapa hari, dinding saluran irigasi PSDA Sumut yang selama ini berfungsi mengairi 13 Ha lahan pertanian warga di kawasan Saba Rodang, jebol dengan panjang sekira 20 meter.

Kondisi saat ini, saluran yang jebol di tebing Sungai Aek Rukkare itu hanya meninggalkan lantai saja dan saluran irigasi tidak memiliki dinding lagi sehingga semua air yang mengalir dari bendungan tumpah ke sungai.

Pasca jebolnya saluran irigasi, petani hanya mengandalkan air hujan untuk mengairi lahan pertaniannya. Beberapa hari belakangan intensitas hujan sudah mulai berkurang dan tanda-tanda kekeringan mulai terlihat di sawah yang berada pada dataran lebih tinggi.

“Melihat kondisi ini, petani mulai was-was dan khawatir sawah mereka mengalami gagal panen, apalagi hasil panen sawah itu satu-satuanya tumpuan penopang biaya hidup mereka hingga musim panen berikutnya,” jelas Nagar dan Arifin.

Kepling I dan II Panyanggar beserta semua petani yang mengusahai 13 Ha lahan pertanian di Saba Rodang berharap tindakan darurat dilakukan Dinas PSDA Pemprovsu, demi mengalirnya kembali air di irigasi seluruh masyarakat siap membantu pekerjaannya.

“Kami para petani dan masyarakat Kelurahan Panyanggar siap bergotong royong membantu Dinas PSDA memulihkan kembali irigasi yang jebol itu. Tapi tolonglah agar perbaikannya disegerakan,” harap Purba Lubis, warga setempat.(japs/bos)