Bunga Acuan BI Turun Lagi, Bunga KPR Kapan?

JAKARTA (DPR) – Suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) atau BI pekan lalu kembali turun 0,25% menjadi 5%. Bunga acuan BI merupakan salah satu patokan yang digunakan untuk menentukan suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR).

Jika bunga acuan BI sudah turun terus, lalu bunga KPR kapan?

Peneliti INDEF Bhima Yudhistira Adhinegara menjelaskan turunnya suku bunga acuan merupakan hal yang penting. Namun saat ini kondisi likuiditas bank masih ketat, sehingga transmisi ke penurunan bunga akan terasa lambat.

Baca juga : FLPP Tak Kunjung Cair, Akad KPR Tertunda, Konsumen Cemas, Panglong Ikut Lemas

Jadi dampak penurunan ke suku bunga KPR akan relatif lama,” kata Bhima, Senin (28/10/2019).

Dia menyampaikan, masalah yang dialami oleh bank saat ini adalah loan to deposit ratio (LDR) yang secara rata-rata mencapai 94,7% yang artinya bank mati-matian berebut dana murah.

Baca juga: Muhri Fauzi Hafiz Ajak Masyarakat Dukung Spin Off UUS Bank Sumut

Namun, jika bank terlalu cepat mengikuti BI, dikhawatirkan dana akan pindah ke bank yang mempertahankan bunga yang tinggi. Menurut dia, kondisi ini ditambah dengan struktur perbankan yang tidak sehat.

Persaingan antar 115 bank dinilai membuat bank-bank kecil yang paling menderita di tengah perang likuiditas. Karena proses merger dan akuisisi berjalan sangat lambat.

“Idealnya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga harus mendorong konsolidasi perbankan agar transmisi penurunan bunga acuan jadi lebih cepat,” imbuh dia.

Sebelumnya dalam Rapat Dewan Gubernur BI 23-24 Oktober 2019 memutuskan untuk menurunkan BI 7 Days Reverse Repo Rate 25 basis poin (bps) menjadi 5% dengan suku bunga deposit facility turun 25 bps jadi 4,25% dan bunga lending facility turun 25 bps jadi 5,75%. Dengan penurunan ini, maka BI sudah memangkas suku bunga acuan sampai 100 bps atau 1% terhitung dari Juli 2019.(japs/dfc)