Marketing Sales Intiland Development (DILD) Baru Capai 34,5% di Triwulan 2019

JAKARTA (DPR) – Hingga akhir September, PT Intiland Development Tbk (DILD) baru mencatatkan marketing sales Rp 862 miliar setara 34,5% dari target tahun ini Rp 2,5 triliun. Hal tersebut disebabkan penjualan untuk segmen pasar menengah atas masih berat.

Archied Noto Pradono, Direktur Intiland Development menyebutkan, pasar properti untuk segmen menegah atas masih lesu. “Faktor yang menyebabkan kami belum mencapai target marketing sales karena penjulan produk high rise untuk pasar menengah atas cukup berat,” terangnya dalam keterangan pers yang diterima wartawan baru baru ini.

Padahal dari realisasi sepanjang kuartal III kemarin, segmen mixed used & high rise menjadi kontributor terbesar dengan nilai Rp 574 miliar. Selanjutnya, kontribusi marketing sales perseroan berasal dari pengembangan perumahan dengan nilai Rp 288 miliar. Sementara, dari kawasan industri pihaknya belum mencatatkan penjualan.

Baca Juga: REI: Properti Butuh Lebih dari Penurunan Suku Bunga Acuan BI

Berdasarkan lokasi, Jakarta menjadi kota yang memberikan sumbangsih terbesar atas raihan marketing sales-nya sebesar Rp 726 miliar. Sedangkan, penjualan di Surabaya pihaknya mencatat sebesar Rp 136 miliar.

Oleh sebab itu, pihaknya memutuskan untuk lebih konservatif dalam meluncurkan produk barunya. Hal tersebut tergambar di tahun ini emiten dengan kode saham DILD baru meluncurkan 3 produk baru yakni Apartemen SQ Res, Pinang Townhouse, dan klaster baru Zenith di kawasan perumahan Serenia Hills.

Untuk mengejar target marketing sales sendiri, ia bilang selain menjajakan proyek berjalan, juga akan melakukan penjualan inventori yang bukan aset utama.

Bahkan, saat ini pihaknya telah mendapatkan komitmen penjualan dari inventori non core asset yang berlokasi di Surabaya dengan nilai berkisar Rp 375 miliar hingga Rp 400 miliar. Lanjutnya, transaksi penjualan tersebut rencananya akan secara bertahap dilakukan di tahun ini.(japs/kci)

Post Author: Dpr 5

Tinggalkan Balasan