Springhill Bangun Hunian Arsitektur Jepang di Cisauk

JAKARTA (DPR) – Periode kedua pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) dianggap sebagai momentum yang tepat untuk memperkenalkan, dan membangun proyek properti baru. Karena pada periode kedua inilah, kondisi ekonomi akan lebih baik dibanding periode pertama.

Siklus 8-10 tahunan ini pun, menjadi titik tolak bagi PT Nuansa Hijau Lestari (NHL) melakukan aksi strategis. Melalui anak usaha Springhill Group, NHL menandatangani kesepakatan dengan pengembang Jepang, Hankyu Hanshin Properties Corporation, guna membentuk perusahaan joint venture bernama Springhill Mazumi Lagoon.
Penandatanganan kerja sama dengan komposisi 51% Springhill Group dan 49% Hankyu Hanshin Properties Corporation ini, dilakukan pada Selasa (29/10).

Baca Juga: Ajukan IMB, Ini 14 Dokumen yang Harus Disiapkan

Menurut Direktur Pengembangan Bisnis dan Marketing Springhill Group Rudy Budiman, perusahaan bentukan ini akan mengembangkan Springhill Yume Lagoon seluas 15 hektare di kawasan Cisauk, Tangerang Selatan (Tangsel).
“Saat ini kami sedang memproses seluruh perizinannya, dan diharapkan paling lambat Januari sudah selesai, sehingga kami bisa langsung memasarkan proyek ini,” kata Rudy, Rabu (30/10).

Rudy menjelaskan, dipilihnya Tangerang Selatan sebagai wilayah garapan karena menunjukkan kinerja pertumbuhan harga paling baik di antara kawasan lainnya di Jadebotabek.

Selain itu, sebagai kawasan sunrise property, Tangerang Selatan dihuni oleh para milenial, dan investor serta konsumen lainnya dengan rentang profesi beragam yang memungkinkan mereka dapat mengakses Springhill Yume Lagoon.

Proyek ini mencakup 1.200 unit rumah tapak dengan harga mulai dari Rp 400 jutaan untuk tipe terkecil seluas 30/50 meter persegi, dan 110/120 meter persegi untuk tipe terluas yang dibanderol seharga Rp 1,3 miliar. Ada pun konsep hunian yang dikembangkan mengadopsi langgap arsitektur Jepang, yume yang berarti dream atau mimpi.

Rencananya, Springhill Yume Lagoon secara resmi dipasarkan pada Februari 2020 dengan pemasaran nomor urut pemesanan (NUP) mulai Desember 2019. NUP ini dijual dengan harga Rp 2 juta.

Baca Juga: Permudah Layanan Keimigrasian, Wagub Sumut Resmikan Peluncuran E-Paspor

Selain rumah, PT Springhill Mazumi Lagoon juga membangun rumah toko (ruko) yang akan dipasarkan setahun kemudian, atau 2021. Rudy mengharapkan, dari penjualan unit hunian dan ruko ini, perusahaan mendapatkan total revenue dengan nilai estimasi Rp 1 triliun. “Pembangunan selesai seluruhnya dalam satu kawasan sekitar 6 sampai 7 tahun,” pungkas Rudy. (japs/kci)

Post Author: Dpr 5

Tinggalkan Balasan