Menkes Terawan Buka Suara Soal Donasi Gaji Pertama untuk BPJS Kesehatan

JAKARTA (DPR) – Menteri Kesehatan RI, Terawan Agus Putranto mencuri perhatian publik usai menyampaikan niatnya untuk menyumbangkan gaji dan tunjangan kinerja pertamanya ke BPJS Kesehatan. Ia berharap pemberiannya itu bisa sedikit membantu defisit yang dialami BPJS Kesehatan.

Ketika ditanyai soal alasan dirinya nyumbang untuk BPJS Kesehatan, Menkes mengaku tidak ada motif tertentu. Hanya bentuk spontanitas saat mengetahui beban pembiayaan BPJS Kesehatan.

“Saya spontan setelah melihat presentasinya, apa yang dia (Dirut BPJS Kesehatan) kemukakan saat rapat,” kata Menkes saat dijumpai di markas detikcom baru-baru ini.

Baca juga: Pengembangan Kasus Eldin, KPK Geledah Rumah Akbar Himawan Buchari

“Dan juga sudah kebiasaan saya sih gaji pertama dari saya menjabat sesuatu atau naik pangkat selalu saya berikan baik itu ke yatim piatu atau ke mana pun. Karena saya selalu tidak mau menerima gaji pertama karena itu kan milik Yang Kuasa,” sambungnya.

Diberitakan sebelumnya, tunjangan menteri diatur dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 68 Tahun 2001 yang berisi menteri negara menerima tunjangan sebesar Rp 13.608.000 setiap bulannya.

Gaji pokok para menteri yakni Rp 5.040.000 dan jika ditotal, gaji dan tunjangan yang diterima menteri sebesar Rp 18.648.000 per bulan. Namun jumlah di atas belum termasuk dana operasional hingga kinerja dan protokoler. Bahkan ada dana taktis menteri yang menurut beberapa mantan pejabat bisa mencapai Rp 100-150 juta.

“Kalau pendapatan kan memang harus terbuka, harus transparan. Jaman sekarang kalau memang punya ya sudah kasih aja,” pungkas Menkes.(japs/dtc)

Post Author: Dpr 5

Tinggalkan Balasan