Plt Wali Kota Buka Perhelatan Gemes 2019

MEDAN(DPR) – Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Medan, Ir. H. Akhyar Nasution, M.Si membuka Gelar Melayu Serumpun (Gemes) IV Tahun 2019 di Halaman Istana Maimun Medan, Jumat (1/11) malam.

Rinai hujan malam itu kian memperindah prosesi pembukaan dan tidak menyurutkan antusias warga menyaksikan perhelatan akbar itu. Apalagi pada malam itu diumumkan pula bahwa perhelatan Gemes terpilih sebagai Calendar of Events Wonderful Indonesia 2020 oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.

Pembukaan ditandai dengan pemukulan gendang Melayu oleh Plt Wali Kota Medan didampingi Ketua DPRD Medan, Hasyim, S.E. Setelah itu dilanjutkan dengan tarian kolosal Melayu berjudul “Payung Budaya”.

Plt Wali Kota Medan yang malam itu mengenakan busana Melayu menyampaikan apresiasi atas perhelatan ini.
Menurutnya, perhelatan yang diikuti negara-negara serumpun dan10 provinsi di Indonesia ini merupakan prestasi sekaligus bisa menjadi daya tarik wisata bagi Kota Medan.

“Kita harapkan melalui event ini akan menjadi wadah melestarikan seni dan budaya Melayu sekaligus mengedukasi masyarakat Kota Medan, khususnya generasi muda dalam memahami kebudayaan dan rumpun Melayu,” katanya dalam perhelatan yang dihadiri segenap pimpinan OPD Pemko Medan dan Wakil Ketua TP PKK Medan, Nurul Khairani Akhyar itu.

Plt Wali Kota Medan berharap agar Gemes dapat menarik wisatawan lokal maupun mancanegara.

Sebelumnya, Kadis Pariwisata, Drs. H. Agus Suriyono,
dalam laporannya menjelaskan, selain melestarikan seni dan budaya Melayu, Gemes merupakan branding Kota Medan dalam upaya menarik perhatian wisatawan lokal maupun mancanegara untuk mengunjungi ibukota Provinsi Sumatera Utara. Tahun ini, jelas Agus, Gemes telah dikemas dengan sebaik-baiknya sehingga lebih menarik dan meriah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Alhamdulillah, Gemes terpilih sebagi Calender of Events Wonderful Indonesia 2020 oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. Untuk itu Gemes harus menjadi pertunjukan yang sangat menarik dengan mengangkat kearifan lokal yakni seni dan budaya Melayu,” jelas Agus.

Perhelatan ini akan berlangsung sampai 3 November. Selama tiga hari ini, para pengunjung dapat menyaksikan hiburan seni budaya Melayu dari Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand dan Brunei Darussalam.
Selain itu juga ada tampilan dari kabupaten/kota berbagai Provinsi di Indonesia yakni Jambi, Bengkulu, DKI Jakarta, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Aceh, Lampung, Sumatera Barat, Medan, Tebingtinggi, Binjai, Labuhanbattu Utara, Batubara, Deliserdang, dan Langkat.

Post Author: fauzipohan

Tinggalkan Balasan