Uji Kompetensi Calon Komandan Satuan Kapal Patroli

Uji Kompetensi calon Komandan Satuan Kapal Patroli, Komandan Pangkalan TNI AL tipe “B” dan tipe “C”, calon Komandan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI), dan Komandan Kapal Angkatan Laut (KAL) dalam rangka Uji Kompetensi Koarmada III tahun 2019 di Markas Panglima Mako Koarmada III Jl. Bubara No. 1 Kel. Klaligi Distrik Sorong Manoi, Kota Sorong, Papua Barat, Senin (4/11) telah memasuki hari kelima. Pada tahap tersebut diselenggarakan paparan visi misi tiap-tiap calon komandan yang dipimpin Kepala Staf Koarmada III, Laksamana Pertama TNI Maman Firman Syah di ruang rapat Mako Koarmada III.

Panglima Komando Armada III, Laksamana Muda TNI I N.G. Ariawan, S.E., M.M., menegaskan kepada seluruh Perwira Koarmada III dan jajaran bahwa peran “Komandan” merupakan salah satu tolok ukur kesuksesan TNI Angkatan Laut dalam pelaksanaan tugas guna menjamin rasa aman di perairan yurisdiksi nasional Indonesia yang menjadi tanggung jawab. Dalam hal ini, selain profesionalisme seorang komandan, dibutuhkan juga integritas dan karakter yang kuat untuk mencapai tujuan organisasi.

Dijelaskan bahwa Komandan Satrol bertanggung jawab melaksanakan pembinaan kemampuan tempur unsur-unsur organiknya untuk melaksanakan operasi keamanan laut dalam rangka penegakan hukum di perairan wilayah kerja Lantamal. Komandan Lanal bertanggung jawab atas tercapainya dukungan terhadap unsur-unsur operasi. Sedangkan komandan KRI dan KAL bertanggungjawab terhadap material KRI dan KAL, disamping itu juga harus mampu menjaga profesionalisme prajuritnya di dalam melaksanakan setiap tugas yang diemban.

Pangkoarmada III juga menegaskan bahwa kesiapan KRI maupun KAL harus terus menerus dipelihara, sehingga kesiapsiagaan unsur dapat terjaga untuk melaksanakan tugas. Berbagai tugas dan tantangan ke depan semakin berat dengan kompleksitas permasalahan yang dihadapi, salah satunya permasalahan batas wilayah yang belum selesai dan berdampak pada kebijakan pemerintah di bidang maritim. Dengan segala keterbatasan yang dihadapi, terciptanya kedaulatan dan stabilitas keamanan wilayah perairan tersebut menjadi tujuan TNI Angkatan Laut dan harus dicapai guna mewujudkan kebijakan pemerintah Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia.

Post Author: Pro3 Property

Tinggalkan Balasan