Pemerintah Pastikan Program Satu Juta Rumah Akan Terus Dilanjutkan

PROPERTY(DPR) – Pemerintah menyatakan Program Satu Juta Rumah ke depan akan tetap dilanjutkan. Pelaksanaan Program Satu Juta Rumah dinilai menjadi salah satu terobosan bidang perumahan guna menyediakan hunian yang layak dan terjangkau bagi masyarakat Indonesia. “Masyarakat masih membutuhkan kehadiran negara untuk dapat mewujudkan rumah yang layak huni. Oleh karena itu ke depan kita akan tetap lanjutkan Program Satu Juta Rumah ini,” ujar Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid.

Khalawi menerangkan, saat ini Kementerian PUPR sedang melakukan evaluasi pelaksanaan Program Satu Juta Rumah. Dirinya juga mengutip arahan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono kepada para pejabat di lingkungan Ditjen Penyediaan Perumahan yang mengatakan bahwa program perumahan untuk masyarakat tidak bisa dilaksanakan seperti ini saja jika negara ingin mengatasi masalah backlog perumahan.

“Pemerintah bersama para stakeholder perumahan harus bekerjasama dan berlari ke depan lebih kencang lagi khususnya untuk pelaksanaan Program Satu Juta Rumah di lapangan,” terangnya.

Berdasarkan data yang dimiliki oleh Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR, hasil pembangunan rumah yang termasuk dalam Program Satu Juta Rumah sejak dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo di Jawa Tengah p[ada tanggal 29 April 2015 lalu terus meningkat dari tahun ke tahun. Tercatat pada tahun 2015 jumlahnya 699.770 unit, tahun 2016 sebanyak 805.169 unit dan tahun 2017 sebanyak 904.758 unit. Pada tahun 2018 lalu, capaiannya bahkan sudah melebihi target yang ditentukan yakni mencapai angka 1.132.621 unit. Adapun proporsi pembangunan rumah tersebut adalah 70 persen untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan sisanya sebanyak 30 persen untuk non MBR.

Khalawi menerangkan, capaian Program Satu Juta Rumah sampai akhir Oktober tepatnya per tanggal 28 Oktober 2019 lalu, angka pembangunan rumah untuk masyarakat sudah menembus angka satu juta unit lebih tepatnya 1.040.961 unit rumah di seluruh Indonesia. Program Satu Juta Rumah yang dilaksanakan oleh pemerintah, imbuhnya, tentunya dapat berhasil berkat dukungan dari seluruh stakeholder bidang perumahan khususnya dari masyarakat dan sektor swasta masyarakat.

Dalam Program Satu Juta Rumah ini, Kementerian PUPR menetapkan target pembangunan rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sebanyak 70 persen dari total target pembangunan rumah. Sedangkan sisanya sebesar 30 persen diperuntukkan bagi masyarakat non MBR. Dari data yang ada pada bulan Oktober ini, capaian hasil pembangunan yang dilaksanakan oleh Kementeian PUPR berjumlah 189.809 unit yang terdiri dari rumah khusus 195 unit, rumah swadaya 133.979 unit, Dana Alokasi Khusus (DAK) Perumahan 55.635 unit. Kementerian / Lembaga juga ikut berperan dalam program ini dengan membangun 37.582 unit rumah.

Khalawi menerangkan, capaian Program Satu Juta Rumah sampai akhir Oktober tepatnya per tanggal 28 Oktober 2019 lalu, angka pembangunan rumah untuk masyarakat sudah menembus angka satu juta unit lebih tepatnya 1.040.961 unit rumah di seluruh Indonesia. Program Satu Juta Rumah yang dilaksanakan oleh pemerintah, imbuhnya, tentunya dapat berhasil berkat dukungan dari seluruh stakeholder bidang perumahan khususnya dari masyarakat dan sektor swasta masyarakat.

Dalam Program Satu Juta Rumah ini, Kementerian PUPR menetapkan target pembangunan rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sebanyak 70 persen dari total target pembangunan rumah. Sedangkan sisanya sebesar 30 persen diperuntukkan bagi masyarakat non MBR. Dari data yang ada pada bulan Oktober ini, capaian hasil pembangunan yang dilaksanakan oleh Kementeian PUPR berjumlah 189.809 unit yang terdiri dari rumah khusus 195 unit, rumah swadaya 133.979 unit, Dana Alokasi Khusus (DAK) Perumahan 55.635 unit. Kementerian / Lembaga juga ikut berperan dalam program ini dengan membangun 37.582 unit rumah.

Pemerintah daerah tercatat juga berhasil membangun rumah sebanyak 27.558 unit rumah. Hasil pembangunan rumah dari Pemda terdiri dari rumah susun sebanyak 384 unit, rumah swadaya berupa pembangunan rumah baru sebanyak 9.309 unit dan peningkatan kualitas rumah sebanyak 17.865 unit.

Sedangkan pengembang perumahan juga berhasil membangun 480.520 unit rumah. Dukungan dari sektor swasta melalui corporate social responsibility (CSR) sebanyak 101 unit dan masyarakat yang membangun rumah secara swadaya 6.582 unit. Total capaian pembangunan rumah untuk MBR sebanyak 742.152 unit rumah.

Adapun pembangunan rumah untuk non MBR tercatat sebanyak 298.809 unit rumah. Angka capaian pembangunan rumah tersebut terdiri dari pembangunan rumah yang dilaksanakan oleh pengembang perumahan untuk rumah tapak sebanyak 123.355 unit dan rumah susun sebanyak 171.845 unit. Sedangkan pembangunan rumah yang dilaksanakan oleh masyarakat sendiri sebanyak 3.609 unit.

Alhamdulillah karena angka satu juta unit ini sudah mencapai target yakni melebihi angka satu juta unit. Ppengembang melalui berbagai asosiasi pengembang perumahan dan perbankkan juga ikut andil dalam pembangunan rumah untuk masyarakat. Capaian Program Satu Juta ini merupakan hasil kerja sama dan saling bahu membahu antar stakeholder bidang perumahan,” katanya.

Khalawi menerangkan, Pemda juga ikut berperan penting dalam pelaksanaan Program Satu Juta Rumah ini. Pemda juga banyak melaksanakan pembangunan perumahan untuk masyarakat. Sebagai contoh pembangunan yang dilaksanakan Pemda melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Perumahan maupun alokasi pembangunan perumahan melalui dana APBD jumlahnya juga cukup signifikan dalam Program Satu Juta Rumah ini.

Terkait waktu pembangunan yang tinggal dua bulan lagi, Khalawi menjelaskan, pembangunan perumahan untuk masyarakat tentu tidak terbatas oleh waktu. Hanya saja tahun 2019 ini memang menyisakan waktu pembangunan perumahan sekitar dua bulan lagi. Kementerian PUPR pun mentargetkan pembangunan 1,25 juta unit rumah untuk masyarakat pada tahun 2019 ini untuk mengejar target pembangunan lima juta unit rumah selama lima tahun sejak 2015 lalu.

“Ya kami tetap optimis target 1,25 juta unit bisa tercapai sampai akhir Desember 2019. Memang masih ada kekurangan yakni sekitar 200 ribu unit rumah. Hal ini memang tidak mudah, tapi Kementerian PUPR masih punya stok penambahan pembangunan rumah sebanyak 20.000 dari KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan pembangunan rumah melalui dana non APBN.,” harapnya.

Post Author: fauzipohan

Tinggalkan Balasan