Laba PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) Anjlok 78,75%

JAKARTA (DPR) – Laba PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) pada kuartal III-2019 anjlok 78,75% secara tahunan (yoy). Pada laporan keuangan yang baru saja dirilisnya, tercatat Agung Podomoro Land hanya mengantongi laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan ke entitas induk sebesar Rp 65,64 miliar. Padahal di kuartal III-2018 emiten properti ini mampu mengantongi Rp 308,82 miliar.

Dalam keterangan tertulisnya, Jumat (8/11), Direktur Agung Podomoro Land Cesar M Dela Cruz menyampaikan penurunan pendapatan menjadi penyebab laba perusahaan anjlok. Tercatat, Agung Podomoro Land membukukan pendapatan Rp 2,92 triliun atau turun 23,16% yoy dari Rp 3,8 triliun.

Penurunan pendapatan Agung Podomoro Land disebabkan oleh penjualan apartemen yang turun hingga 38,04% menjadi Rp 1,14 triliun, penjualan rumah tinggal turun 62,15% menjadi Rp 161,17 miliar, penjualan rumah kantor turun 33,45% menjadi Rp 43,64 miliar, penjualan perkantoran turun 95,83% menjadi Rp 2,5 miliar dan penjualan tanah turun 99,54% menjadi Rp 290 juta. Pendapatan sewa juga turun dari Rp 1,2 triliun menjadi Rp 986,91 miliar.

Sejatinya beban pokok penjualan dan beban langsung juga ikut turun 24,61% yoy dari Rp 1,95 triliun menjadi Rp 1,47 triliun. Sehingga laba kotor hanya turun 22,62% yoy menjadi Rp 1,45 triliun.

Namun pada pos instrumen keuangan derivatif, perusahaan mencatatkan rugi Rp 177,92 miliar. Kondisi ini terbalik dengan kuartal III-2018 yang justru mendapatkan laba dari instrumen keuangan derivatif sebesar Rp 173,45 miliar. Di sisi lain, perusahaan masih mencatat untung dari pelepasan entitas anak senilai Rp 366,38 miliar.

Adapun total aset perusahaan tercatat turun 0,54% bila dibandingkan akhir Desember 2018 menjadi Rp 29,42 triliun. Cesar menjelaskan penurunan disebabkan adanya penjualan investasi di PT Griya Pancaloka.

Sementara itu, utang perusahaan turun 5,11% menjadi Rp 16,49 triliun karena APLN sudah melunasi utang bank sindikasi dan kepada Maybank. Sedangkan ekuitas tercatat Rp 12,93 triliun atau naik 5,96% sejak akhir Desember 2018.(japs/kci)

Post Author: Dpr 5

Tinggalkan Balasan