Tak Terdengar Ada Sosialisasi, Dirut PT Bank Sumut Dinilai Tak Serius Kembangkan Spin Off

MEDAN (DPR) – Hingga kini upaya direksi PT Bank Sumut untuk melakukan spin off Unit Usaha Syariah (UUS) menjadi Bank Umum Syariah (BUS) belum juga terlihat. Kondisi yang mengambang ini pun mendapat respon dari sejumlah pihak.

Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Kota Binjai, Muhri Fauzi Hafiz menyatakan kekecewaan terhadap direksi PT Bank Sumut, terutama kepada sang Direktur Utama, yang seharusnya memprioritaskan pengembangan spin off tersebut, karena sebelumnya ditargetkan akan terlaksana pada 2018 lalu, tetapi hingga kini tak terlihat ada perkembangan.

“Kita juga tak mendengar dilakukannya sosialisasi oleh escort Bank Sumut. Jadi sangat wajar bila sampai hari ini belum terlihat kesungguhan Direktur Utama PT Bank Sumut untuk melakukan upaya mengembangkan unit usaha syariah, apakah pilihannya spin off atau konversi,” sesal Muhri.

Lebih lanjut dikatakannya, seyogyanya direksi perusahaan plat merah itu mendukung program pemerintah untuk mengambil posisi terdepan keuangan syariah Indonesia, dan bukan hanya sebagai target pasar. Sebab, langkah optimalisasi pengembangan ekonomi escort stuttgart syariah Indonesia dipercaya akan dapat berperan sebagai salah satu sumber pertumbuhan baru bagi perekonomian nasional.

Muhri Fauzi mengatakan, dengan dibentuknya BUS berarti akan memberi peluang seluas-luasnya bagi UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) untuk berkembang, sebagaimana keinginan Pemerintah. “Pemeganh Saham Pengendali (PSP) PT Bank Sumut melalui Gubernur, kiranya sudah bisa escort munich mendesak jajaran direksi untuk menyampaikan komitmen yang dimiliki terkait spin off UUS,” sebut Muhri Fauzi, kemarin (10/11/2019).

Kondisi ini, lanjutnya, juga sejalan dengan amanat UU Nomor 21 tahun 2008 tentang Perbankan Syariah dan Peraturan Bank Indonesia (PBI) 11/10/PBI/2009. PBi itu mengamanatkan, pada tahun 2023 seluruh UUS Perbankan harus menjadi BUS.(japs)