Ditopang penyaluran KUR, asuransi kredit bakal tumbuh di tahun ini

JAKARTA (DPR) Bisnis asuransi umum diperkirakan masih tumbuh merekah sampai akhir tahun. Salah satu penopangnya dari lini usaha asuransi kredit yang akan naik seiring peningkatan penyaluran kredit perbankan.

“Asuransi kredit sepertinya tumbuh sejalan dengan kegiatan pencairan kredit perbankan, baik untuk usaha kecil maupun kredit konsumtif,” kata Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Dody AS Dalimunthe kepada Kontan.co.id, pekan lalu.

Proyeksi peningkatan ini juga berkat komitmen pemerintah dalam penyaluran kredit usaha rakyat (KUR). Ambil contoh saja, saat ini pemerintah menyalurkan KUR ke perbankan bebarengan dengan pembayaran premi asuransi.

“Pemerintah sekarang memberikan KUR sekaligus premi asuransi sehingga hal ini memperkecil outstanding premi jadi perusahaan asuransi tidak perlu repot lagi mengumpulkan premi tersebut,” kata Dody.

Keyakinan asosiasi juga ditopang kinerja asuransi kredit sebelumnya. Pada semester I 2019, asuransi kredit mencatatkan premi sebesar Rp 5,75 triliun atau meningkat 107,58% secara year on year (yoy). Realisasi itu mengalahkan pertumbuhan asuransi harta benda yang juga memiliki pangsa pasar besar di industri asuransi umum.

Walaupun diproyeksi meningkat tapi PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance) lebih hati-hati untuk memasarkan asuransi kredit karena mempertimbangkan dari sisi risiko. Dus, Tugu Insurance tidak terlalu agresif memasarkan produk tersebut tahun ini.

Presiden Direktur Tugu Insurance Indra Baruna mengatakan, porsi ausransi kredit masih sebesar 1% hingga 2% dari total premi Tugu Insurance. Sedangkan sampai triwulan III 2019, premi bruto konsolidasi mencapai Rp 4,94 triliun

“Memang ada pertumbuhan (premi), tapi kami sangat hati-hati untuk mamasarkan asuransi kredit,” ungkap Indra.

Realisasi premi konsolidasi di triwulan III 2019 meningkat meningkat 44,86 % dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu yakni Rp 3,41 triliun. Peningkatan tersebut terjadi di seluruh sektor bisnis. Kontribusi terbesar dari asuransi kebakaran Rp 1,66 triliun, asuransi penerbangan Rp 876,42 miliar dan asuransi aneka Rp 670,86 miliar.

Dengan pencapaian itu, Tugu Insurance membidik pertumbuhan 8% untuk premi di segmen ritel tahun ini. Sedangkan tahun depan premi di segmen tersebut diharapkan meningkat 11%.

Untuk saat ini, premi segmen korporasi masih mendominasi total premi, yaitu 92% dari total premi. Sedangkan sisanya premi di segmen ritel, yang baru mencapai Rp 213 miliar per September 2019.(japs/kci)