Soal Banyaknya Karyawan Bank Sumut yang Resign, Ini Tanggapan Prof Faisar Ananda Arfa

MEDAN (DPR) – Soal pengunduran diri massal yang dilakukan hampir 50 persen karyawan PT. Bank Sumut, ditanggapi dengan bijak oleh Guru Besar Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU), Prof Faisar Ananda Arfa.

Menurutnya, permintaan sejumlah karyawan untuk pindah ke unit syariah tidak mungkin dilakukan tanpa melihat formasi yang ada. “Mungkin saja, kondisi unit syariah Bank Sumut belum memerlukan penambahan pegawai karena tingkat likuiditasnya masih rendah,” ucap Faisar Ananda Arfa.

Lebih lanjut dikemukakannya, sikap para karyawan tersebut bisa juga dijadikan alasan bagi Gubernur Edi Rahmayadi untuk mendorong perubahan Bank Sumut menjadi Bank Sumut Syariah.

Jebolan McGill University Kanada ini pun mendorong Pemerintah Provinsi Sumatera Utara yang dipimpin Gubsu Edi Rahmayadi, selaku Pemegang Saham Pengendali (PSP) PT Bank Sumut, untuk lebih responsive dalam mewujudkan harapan masyarakat Sumatera Utara yang mengharapkan memiliki bank daerah dengan konsep syariah. Terlebih lagi dengan penduduk Sumatera Utara yang mayoritas Islam. Keberadaan bank syariah juga bisa mengakomodir masyarakat Sumut yang beragama lain.

“Umat Islam juga tidak perlu tergesa-gesa keluar dari Bank Sumut karena alasan riba yang masih debatable, sebab nanti non muslim akan memgambil alih semua posisi di negara ini. Jangan nanti setelah di bank syariah tidak nyaman juga, karena ada juga penceramah anti riba yang bilang bank syariah pun masih ribawi,” tandas Faisar.(japs)