Dengan Digitalisasi Lebih Efisien Mengelola Gedung

Dproperty.co.id – Ada banyak hal yang mesti diatur dalam pengelolaan sebuah gedung. Mulai dari perawatan rutin, akses in-out, keamanan, hingga penagihan sewa. Bila selama ini semuanya dilakukan secara manual, di zaman internet bisa secara digital yang membuatnya lebih efisien dan bangunan gedung lebih terawat. Salah satu yang menawarkan pengelolaan gedung secara digital itu adalah PT Realta Chakradarma melalui produk Bimasakti as a Service.

“Pengelolaan gedung seperti apartemen dan perkantoran bukan perkara sepele. Ada banyak hal teknis yang bisa menjadi kendala saat melakukan perawatan dan pengelolaan. Karena  itu dibutuhkan sebuah sistem yang prinsipnya semua hal yang terjadi di sebuah gedung kita digitalisasi dan kita keluarkan data output-nya untuk memudahkan pengelola dan penghuni di dalamnya,” kata Rizaldi Sistiabudi, Direktur Realta Chakradarma, saat peluncuran Bimasakti as a Service di Jakarta, Kamis (5/12/2019).

Berbagai kendala teknis yang kerap terjadi dalam pengelolaan gedung, seperti laporan kerusakan dan lain-lain mungkin sudah tercatat secara digital. Namun kapan servis harus dilakukan, berapa lama, hingga laporan selesainya perbaikan tidak ada infromasinya.

Dengan Bimasakti as a Service, bahkan seluruh aktivitas sehari-hari di sebuah gedung akan dimasukkan ke dalam format digital dan ada sistem yang menjalankan. Untuk pengelolaan gedung apartemen misalnya, mulai dari pencatatan, penghitungan, penyebaran informasi, pembayaran, pengakuan pembayaran, semuanya akan masuk ke dalam sistem digital.

Saat ini banyak apartemen yang pengelolaannya dilakukan perhimpunan penghuni (P3SRS) seperti kerja bakti, nonprofit, tapi dituntut professional dan kerap dicurigai penghuni karena pengelolaan keuangannya yang tidak transparan. Bimasakti as a Service dimaksudkan sebagai solusi terhadap persoalan seperti itu.

Bimasakti as a Service bisa langsung diaplikasikan tanpa perlu training karena formatnya untuk mempermudah pekerjaan sehari-hari secara digital. Jadi, lebih efisien tanpa menghilangkan tenaga kerja. Awak pengelola yang selama ini mengurusi hal teknis pelaporan bisa lebih efisien bisa diarahkan untuk pekerjaan lain, karena di sebuah gedung ada banyak hal yang harus dikerjakan dengan melihat dan menggunakan perasaan.

“Untuk layanan ini kami memberikan biaya Rp25 juta/bulan, tapi efisiensinya bisa mencapai Rp30 juta. Kami akan mengawal mulai dari proses digitalisasinya sampai sistem  berjalan. Ada banyak hal yang akan hilang saat menggunakan sistem ini seperti paperwork, meterai, dan lain-lain. Tenaga finance yang awalnya 5-7 orang, dengan sistem ini bisa hanya dua orang,” jelas Rizaldi.