Disebut Induk Semang Pramugari, Bos Garuda Laporkan Akun @digeeeruduk

Dproperty.co.id – Akun Twitter @digeeembok dilaporkan atas tuduhan pencemaran nama baik bos Garuda karena menyebut para bos sebagai induk semang pramugari di Garuda. Vice Presiden Awak Kabin Garuda Indonesia, Roni Eka Mirsa melaporkan akun Twitter tersebut ke Polres Bandara Soekarno Hatta.

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Mabes Polri Komisaris Besar Asep Adi Saputra mengatakan akan menyelidiki lebih lanjut akun yang dilaporkan tersebut.

“Saat ini sedang dilakukan upaya penyelidikan untuk memastikan tentang laporan tersebut,” kata Asep dalam konferensi pers di Gedung Divisi Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (11/12).

1. Laporan telah masuk ke Polres Soetta sejak 6 Desember

Disebut Induk Semang Pramugari, Bos Garuda Laporkan Akun @digeeeruduk

Kasat Reskrim Polres Bandara Soekarno Hatta, AKP Alexander Yurikho menjelaskan laporan terkait kasus itu telah diterima pihaknya.

“Sudah, tanggal 6 Desember 2019,” kata Alex saat dikonfirmasi oleh IDN Times, Rabu (11/12).

2. Proses penyelidikan tergantung alat bukti

Disebut Induk Semang Pramugari, Bos Garuda Laporkan Akun @digeeeruduk

Alex mengatakan proses penyelidikan laporan kasus ini dapat dilanjutkan jika didukung dengan alat bukti yang kuat.

“Jika dugaan tindak pidananya ada, serta didukung alat bukti yang kuat, maka proses akan dilanjutkan ke upaya penyidikan,” ujar Alex.

3. Akun @digeeembok buka-bukaan soal kebobrokan

Sebelumnya, akun @digeeembok mendadak viral setelah menjabarkan keburukan Garuda Indonesia di twitter sejak kasus penyelundupan Harley Davidson dibuka oleh pemerintah.

“Gerombolan Ari Akshara, Heri Akhyar dan Roni Eka Mirsa adalah TRIO LENDIR. Roni Eka Mirsa aka ‘PROVIDER’ paham banget manfaatin celah Pramugari untum jadi santapan direktur atau setoran ke Pejabat,” tulis akun @digeeembok.

Akun Twitter @digeeembok menyebut Eka sebagai germo Pramugari. Bukan hanya Eka yang disebutkan dalam unggahan tersebut, namun muncul juga nama Akshara dan Heri Akhyar.

Unggahan tersebut dibuat berseri alias thread. Hingga saat ini, unggahan tersebut belum dihapus. Bahkan, thread tersebut sudah mencapai 150 cuitan.

Baca artikel menarik lainnya di IDN Times App, unduh di sini http://onelink.to/s2mwkb