Mencuci dengan Tepat untuk Mengurangi Limbah Pakaian

Dproperty.co.id – Merawat pakaian dengan cara yang tepat dapat membuat masa pakainya lebih lama dan tidak cepat menumpuk menjadi limbah yang mengotori bumi. Ajakan tersebut diusung produsen mesin cuci asal Swedia, Electrolux, bersama deterjen Attack dari PT Kao Indonesia dalam kegiatan Perfect Duo Peduli di mal Gandaria City, Jakarta Selatan, 6-8 Desember 2019.

Acara dirangkai dengan sejumlah talk show, kegiatan cuci untuk peduli, serta donasi pakaian bagi anak-anak yang membutuhkan dengan tepat guna.  Electrolux dan Attack mengajak masyarakat menyumbangkan pakaian layak pakai di beberapa titik supermarket Superindo dan Best Denki di Jabodetabek 48 jam sebelumnya.

Target pengumpulan 4.800 potong pakaian telah terpenuhi, kemudian dicuci menggunakan mesin cuci Electrolux Care 900 EWF1141AEWA dengan fitur SensorWash dan UltraMix, serta deterjen Attack dengan teknologi Anti Bau, sehingga tampak seperti baru dan wangi.

Secara kreatif Electrolux dan Attack menampilkan baju-baju tersebut dalam sebuah pop up store hingga memberikan sensasi belanja bagi anak panti asuhan yang diundang dalam kegiatan Perfect Duo Peduli itu.

“Memahami saat ini limbah pakaian memiliki kontribusi besar pada kondisi lingkungan, Electrolux dan Attack mengajak masyarakat kembali belajar cara mencuci yang tepat, sehingga kondisi baju tetap terjaga baik agar dapat digunakan dalam jangka lebih panjang,” kata Iffan Suryanto, Presiden Direktur Electrolux Indonesia, dalam jumpa pers di Jakarta akhir pekan lalu (6/12/2019).

Kegiatan rutin tahunan ini berupaya memberikan inspirasi perubahan kebiasaan mencuci pakaian yang kurang tepat, sehingga merusak kondisi pakaian dan menyedot penggunaan energi. Edukasi serta tips pencucian yang tepat dihadirkan agar masyarakat bisa kembali belajar, mengalihkan cara lama ke cara baru yang lebih efektif dan mendukung konsep sustainable fashion.

Electrolux menggandeng Komunitas Setali yang memberi perhatian pada limbah pakaian dengan menerima donasi pakaian bekas untuk digunakan kembali. “Memaksimalkan dan merawat pakaian yang kita miliki dengan seksama akan mengurangi limbah pakaian. Baju bekas yang dibuang adalah salah satu limbah terbesar dunia,” ujar Intan Anggita Pertiwie, co-Founder Komunitas Setali.