Erick Thohir Ingin BUMN Beri Dana Bantuan Pendidikan 30 persen

Jakarta, IDN Times – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tengah menyoroti bisnis pendidikan yang dimiliki oleh beberapa perusahaan pelat merah.

Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga mengatakan, tak menutup kemungkinan natinya bisnis universitas yang dimiliki perusahaan BUMN akan digabung untuk bekerja sama dengan universitas-universitas besar di Indonesia.

“Intinya dipikirkan, apakah bisa dikerjasamakan dengan universitas besar seperti ITB dan UI misalnya,” kata Arya di Jakarta, Senin (16/12).

1. Erick Thohir ingin perusahaan BUMN bekerja sama dalam bentuk penyaluran CSR

Erick Thohir Ingin BUMN Beri Dana Bantuan Pendidikan 30 persen

Ia menjelaskan, Menteri BUMN Erick Thohir menginginkan perusahaan BUMN bekerja sama dengan universitas di Indonesia, dengan mengalokasikan dana tanggung jawab sosial atau CSR, 30 persen dalam lima tahun mendatang.

“Pak Erick minta BUMN kerja sama dan berikan bantuan CSR pendidikan 30 persen, tapi bukan berarti membuka pendidikan formal,” katanya.

2. Pertamina hingga Telekomunikasi Indonesia punya universitas

Erick Thohir Ingin BUMN Beri Dana Bantuan Pendidikan 30 persen

Sebelumnya Erick Thohir menyinggung beberapa BUMN yang membangun lembaga pendidikan, salah satunya PT Pertamina. Perusahaan pelat merah itu memiliki Universitas Pertamina di Simprung, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Selain PT Pertamina, perusahaan BUMN lain yang memiliki universitas adalah PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan PT Telekomunikasi Indonesia.

3. Erick Thohir larang sementara perusahaan BUMN membentuk anak usaha dan perusahaan patungan

Erick Thohir Ingin BUMN Beri Dana Bantuan Pendidikan 30 persen

Menteri BUMN Erick Thohir melarang sementara (moraturium) perusahaan BUMN untuk membentuk anak usaha dan perusahaan patungan.

Larangan ini tercantum dalam Keputusan Menteri BUMN Nomor SK-315/MBU/12/2019 tentang Penataan Anak Perusahaan atau Perusahaan Patungan di Lingkungan BUMN. Aturan ini mulai ditetapkan pada 12 Desember 2019.

Kebijakan itu dilakukan Erick Thohir karena ingin memfokuskan atau mengembalikan core bisnis perusahaan.

Baca artikel menarik lainnya di IDN Times App, unduh di sini http://onelink.to/s2mwkb