Pemprov Sumut Terima Korban Human Trafficking dari KJRI Kuching

Medan,- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) menerima korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) atau Human Trafficking asal Sumut, dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Kuching, Serawak, Malaysia, di Ruang Kerja Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut, Kantor Gubernur, Jalan Diponegoro, Kamis (19/12). Korban yang berinisial AS (21) tersebut diterima langsung oleh Sekdaprov Sumut R Sabrina.

Diketahui, awalnya AS dijanjikan bekerja sebagai pegawai restoran di
Serawak, Malaysia. Namun ternyata pekerjaan yang dijanjikan tidak sesuai
dengan apa yang dikatakan di awal. Akhirnya AS kabur dan diselamatkan
oleh Konjen Republik Indonesia di Kuching, Malaysia.

Untuk itu,
Pemprov Sumut akan memberikan perlindungan kepada korban. Pemprov dengan
beberapa pihak terkait juga akan memulihkan trauma korban, sebelum
dikembalikan kepada orang tuanya. Hal itu dilakukan agar korban bisa
kembali membaur dengan masyarakat.

Sekdaprov juga mengimbau
masyarakat agar memilih dan mencari tahu informasi agen penyalur
pekerjaan yang resmi. Karena selama ini banyak kasus yang terjadi
diakibatkan agen penyalur yang tidak jelas legalitasnya.

“Diimbau
kepada masyarakat agar mencari tahu informasi agen yang menawarkan
pekerjaan sudah resmi atau tidak, dan bertanya kepada pihak-pihak
terkait seperti Dinas Ketenagakerjaan kita dan lainnya,” kata Sabrina.

Selain itu, Sabrina juga mengapresiasi langkah KJRI di Kuching yang
telah menyelamatkan dan memulangkan AS ke Sumatera Utara. Menurutnya
penanganan kasus TPPO membutuhkan sinergi lintas instansi. Karena ruang
lingkup kasusnya yang juga lintas wilayah.

“Kami sangat
mengapresiasi, KJRI Kuching yang telah menyelamatkan dan memulangkan
warga kami, sinergi lintas instansi ini sangat diperlukan, dan sinergi
ini harus terus solid,” kata Sekdaprov.

Sementara itu, Konsul
Jenderal RI di Kuching Yonny Tri Prayitno juga mengapresiasi penerimaan
Pemprov Sumut terhadap korban TPPO. Menurutnya hal seperti ini
diharapkan tidak terjadi lagi di masa depan.

“Saya mengucapkan
terima kasih atas penerimaan ini, diharapkan juga tidak terjadi lagi
seperti ini, karena orang yang tidak bertanggungjawab,” kata Yonny.

Turut hadir Kepala Dinas Sosial Sumut Rajali, serta Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Sumut Nurlela.