8 Hal yang Diprediksi Akan Dihadapi Manusia Menuju Tahun 2100

Tuhan satu-satunya perencana yang sempurna. Adalah hal yang cukup sulit bagi manusia untuk memprediksi apa yang akan terjadi minggu depan, apalagi satu dekade berikutnya, atau mungkin akhir abad ini. Sekelas paranormal pun bisa salah dalam memprediksi masa depan.

Tetapi berdasarkan tendensi dan pengamatan saat ini, ditambah lagi ketetapan yang terjadi bertahun-tahun yang lalu, peneliti mulai memperkirakan seperti apa dunia kita selama sisa abad ini. Apa tantangan generasi selanjutnya dari tahun ke tahun menuju 2100. Apakah semakin sulit, mustahil, atau justru ada harapan baru yang bisa mengubah semua kekacauan yang telah terjadi?

1. Populasi India akan mengalahkan Tiongkok pada tahun 2022

8 Hal yang Diprediksi Akan Dihadapi Manusia Menuju Tahun 2100

Tiongkok adalah negara terpadat di dunia dalam beberapa waktu. Dilaporkan BBC, sebuah studi tahun 2015 tentang tren populasi global yang dilakukan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa, menunjukkan bahwa pada tahun 2022, juara baru dengan populasi terbanyak di dunia adalah India. Sebelumnya, India memang diperkirakan menempati posisi teratas pada tahun 2028.

Selain itu, PBB meramalkan bahwa Amerika Serikat tidak akan lagi menjadi negara terpadat ketiga pada tahun 2050. Sebaliknya, Nigeria akan menempati posisi kedua, karena Afrika diperkirakan akan bertambah lebih dari setengah populasi pada tahun 2050.

PBB juga memperkirakan pertumbuhan populasi secara keseluruhan akan meroket ke tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya. Pada tahun 2050, PBB memperkirakan ada 9,7 miliar orang di dunia, dan pada akhir abad ini meningkat menjadi 11,2 miliar. Angka-angka itu memang cukup mustahil, tetapi jika kita melihat catatan sejarah terkait populasi dunia, menurut thoughtco.com, pada tahun 1900, dunia hanya dipenuhi 1,6 miliar orang, namun melonjak menjadi 9,6 miliar lebih hanya dalam kurun waktu dua abad kemudian. 

2. Misi berawak ke mars pada 2030an

8 Hal yang Diprediksi Akan Dihadapi Manusia Menuju Tahun 2100

Dilansir space.com, pada 30 Agustus 2011, sepuluh badan antariksa dari seluruh dunia bertemu dalam International Space Exploration Coordination Group (ISECG), untuk membahas rencana mengunjungi Planet Mars. Berharap bisa menempatkan manusia di Mars pada pertengahan 2030-an.

Mereka saat ini berencana untuk melakukan salah satu dari dua cara: mengirim astronot kembali ke Bulan atau melakukan misi berawak di asteroid terdekat terlebih dahulu. Agar membantu para astronot menyempurnakan misi robot ke Mars, lalu membuat misi berawak menjadi kenyataan. Inti dari tujuan utama ini adalah berfokus pada Mars sebagai rumah baru bagi manusia, memastikan apakah Bumi masih dalam kondisi baik atau tidak.

3. Es laut kutub utara diperkirakan hampir lenyap pada 2037

8 Hal yang Diprediksi Akan Dihadapi Manusia Menuju Tahun 2100

Menurut penelitian yang diterbitkan dalam Geographical Research Letters edisi 2009, berdasarkan tendensi terbaru di tahun 2007 dan 2008, es laut Arktik (air dari samudra Arktik yang membeku), menghilang. Serta data dari enam Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), dunia hampir kehilangan semua es di laut Kutub Utara pada tahun 2037.

Menurut perhitungan mereka, ada 4,6 juta kilometer persegi es laut pada tahun 2009 – pada tahun 2037, es di laut hanya tersisa satu juta kilometer dan itu masih bisa terus berkurang. Ditambah lagi, es kemungkinan akan jauh lebih tipis dari yang ada saat ini. Studi ini tidak menyebutkan kapan manusia bisa kehilangan es Kutub Utara sepenuhnya, dan mudah-mudahan itu tidak pernah terjadi karena kita semua dalam masalah besar.

4. Kecerdasan buatan akan setara dengan manusia pada tahun 2040, dan akan menyaingi kecerdasan manusia pada 2060

8 Hal yang Diprediksi Akan Dihadapi Manusia Menuju Tahun 2100

Menurut Ben Ross, seorang ahli di MYOB Technology, mengatakan bahwa kecerdasan buatan akan menyamai kecerdasan manusia pada tahun 2040. Ia memperkirakan ini berkat banyaknya prediksi dari ahli, serta mengandalkan Hukum Moore – gagasan yang menyatakan bahwa komputer akan bertambah canggih atau cerdas setiap tahunnya.

Ross juga mengira bahwa pada tahun 2060, AI benar-benar akan melampaui kecerdasan tingkat manusia. Seperti yang dikatakan Ross dalam TED Talknya, “Manusia masih punya waktu untuk memastikan bahwa kita memandu jalan AI ke depan – memastikan hasil yang bagus, bukannya yang buruk.” Waduh, bisa seperti di film Terminator.  

5. Hewan pengerat dan hama-hama lainnya akan musnah dari Selandia Baru pada tahun 2050

8 Hal yang Diprediksi Akan Dihadapi Manusia Menuju Tahun 2100

Sebagaimana ditulis New York Times, jika rencana Selandia Baru berhasil, pada tahun 2050 semua jenis predator invasif akan musnah dari pulau itu untuk selamanya. Diantaranya termasuk tikus, musang, opossum, dan hama-hama lain yang dianggap mengganggu.

Menurut Perdana Menteri John Key, binatang seperti itu membunuh lebih dari 25 juta burung asli per tahun. Jadi mereka menggunakan lebih banyak perangkap, menjatuhkan lebih banyak racun dari udara, dan menghilangkan semua hama ini pada pertengahan abad. Biayanya, menurut sebuah studi Universitas Auckland tahun 2015, akan mencapai 6,2 miliar US dolar.

6. Lapisan ozon akan sepenuhnya pulih pada 2075

8 Hal yang Diprediksi Akan Dihadapi Manusia Menuju Tahun 2100

Di tahun 70-an dan 80-an, zat chlorofluorocarbon (CFC), bahan kimia berbahaya yang ditemukan dalam kaleng semprot, AC, dan penyebab lainnya merupakan salah satu yang ancaman terbesar terhadap peradaban kita. Jika semakin tak tertangani, sinar ultraviolet Matahari akan dengan bebas menghujani kita dan dengan cepat memanggang kita hidup-hidup. Untungnya, para ilmuwan mengambil langkah untuk mengurangi penggunaan bahan kimia yang menyebabkannya. Yang artinya, lapisan ozon perlahan namun pasti menyembuhkan dirinya sendiri.

Dilansir dari laman Washington Post, pada tahun 2014, laporan PBB yang beranggotakan 300 ilmuwan melaporkan peningkatan volume ozon pertama yang signifikan mulai hilang. Namun, ini proses yang lambat; menurut laporan PBB, lapisan ozon tidak akan kembali seperti semula di tahun 80-an hingga 2050. Sementara itu, tidak sampai tahun 2075, bagian lapisan yang paling rusak – area di atas Antartika – akan sepenuhnya pulih. Saat ini lubang ozon di Antartika sekitar 20 juta kilometer persegi.

7. 83 persen hutan hujan Amazon akan hilang pada 2100

8 Hal yang Diprediksi Akan Dihadapi Manusia Menuju Tahun 2100

Salah satu hal paling menyedihkan yang hilang dari planet kita selama beberapa dekade ini adalah hutan hujan. Faktanya, kita akan kehilangan lebih banyak hutan hujan sebelum abad ini selesai.

Menurut New Scientist, pada tahun 2009, layanan cuaca nasional Inggris mengeluarkan laporan yang mengatakan bahwa, berdasarkan tendensi global, dunia akan menjadi lebih panas sebesar 4 derajat Celcius (7,2 derajat Fahrenheit) pada tahun 2055. Dan itu hanya rata-ratanya saja. Beberapa bagian dunia mungkin akan mengalami kenaikan hingga 16 derajat Celcius, atau 28,8 derajat Fahrenheit.

Yang lebih buruknya lagi, berarti bahwa pada tahun 2100, kita hampir tidak akan memiliki hutan hujan di Amazon lagi. Wolfgang Cramer, seorang ahli iklim di Institut Potsdam untuk Penelitian Dampak Iklim Jerman, memproyeksikan bahwa setidaknya 83 persen hutan hujan akan habis pada akhir abad ini. Kramer mengatakan, “Kita berisiko kehilangan seluruh Amazon.”

8. Ratusan jenis burung akan punah pada 2100

8 Hal yang Diprediksi Akan Dihadapi Manusia Menuju Tahun 2100

Menurut sebuah studi 2011 tentang perubahan iklim, cuaca ekstrem yang akan datang, baik panas dan dingin, kemungkinan akan mulai membunuh burung secara massal. Studi ini percaya bahwa, jika suhu global naik 3,5 derajat Celcius (6,3 derajat Fahrenheit), 600 hingga 900 spesies burung akan punah.

Terlebih lagi, penelitian ini menyatakan bahwa untuk setiap derajat suhu tambahan, 100 hingga 500 lebih dari banyak spesies burung akan mati. Yang paling terpengaruh adalah burung yang hidup di tempat yang suhunya berubah. Jika tempat-tempat itu tiba-tiba menjadi terlalu panas atau terlalu dingin, burung-burung itu kemungkinan tidak akan mampu beradaptasi dan bertahan hidup.

Menurut American Museum of Natural History, saat ini ada sekitar 18.000 spesies burung yang masih berkeliaran di daratan dan langit. Akan lebih buruk lagi jika beberapa tempat di Bumi melonjak lebih dari 16 derajat Celcius, seperti yang dikhawatirkan PBB. Jika itu terjadi, Bumi bisa kehilangan setengah burung di bawah 100 tahun.

Dari delapan poin di atas, kita tahu kalau tantangan di masa depan akan jauh lebih berat, tapi ada sedikit berita baiknya. Nah, apa nih yang sedang kamu pikirkan sekarang setelah membacanya?