Nezar Djoeli: Bupati Tapteng Jangan Coreng Muka Pak Surya Paloh

>>> Kisruh Gubsu – Bupati Tapteng

Medan (DPR) – Kekecewaan dirasakan salah seorang tokoh pendiri Partai Nasdem Sumatera Utara, HM. Nezar Djoeli terkait perseteruan antara Gubernur Sumut Edi Rahmayadi dengan Bupati Tapteng Bachtiar Sibarani yang menjadikannya topik terhangat pekan ini di Sumatera Utara.

Sebagai salah seorang kader terbaik Partai Nasdem, Nezar Djoeli mengaku terkejut dengan respon balasan yang dilontarkan Bupati Tapteng, Bachtiar Sibarani. Menurutnya, Ketua Umum Partai Nasdem yang juga merupakan pendiri Partai Nasdem, Surya Paloh tak pernah mengajarkan kepada kader-kader nya untuk tidak sopan kepada sesama politisi atau pejabat.

“Bahkan sebaliknya, kami diajarkan Pak Surya Paloh harus saling menghormati sesama politisi, sesama pejabat. Saya tidak bilang bahwa Bupati Taptent, saudara Bahtiar Sibarani salah, tetapi manakala ada teguran dari pimpinan pemerintah provinsi terhadap pimpinan pemerintah kota/ kabupaten, dan memang dianggap salah, seharusnya cukup koreksi saja, tanpa harus merespon dengan cara yang berlebihan, apalagi ada terdengar ucapan yang terkesan melawan. Kami dari partai Nasdem tak pernah diajari untuk reaktif terhadap masukan-masukan yang bisa mengundang konflik di internal pemerintahan masing-masing, atau di internal partai sendiri. Jadi saya menghimbau kepada saudara Bachtiar untuk melakukan cara-cara yang elegan dalam menyikapi apa yang menjadi masukan dari Gubsu terhadap pemerintahan Kabupaten Tapteng. Sebagai kader dan politisi, sebaiknya melakukan komunikasi intens atas ketidak sepahaman atas statment gubernur. Begitu pula dengan Humas Gubernur, juga harus bijak dalam menyaring informasi sehingga tak membuat gubernur berkonflik antar pemerintahan, khususnya tehadap kabupaten dan kota,” papar.pendiri Partai Nasdem ini.

Dia pun tak menampik bahwasanya Bachtiar Nasir merupakan kader yang datang di tengah jalan. Meski demikian, seharusnya Bachtiar Sibarani harus menghormati amanah dari Ketua Umum Surya Paloh selaku pimpinan partai.

“Pak Surya Paloh itu orangnya santun dan menghormati orang lain. Apalagi pada Pilgubsu lalu Edi Rahmayadi diusung oleh Partai Nasdem. Ini kan jadi menimbulkan preseden buruk kepada masyarakat. Seolah-olah ada tidak sepahaman antara Pemprov sumut dengan Pemkab Tapteng. Sementara anggaran dari Pemprovsu digelontorkan kepada pemerintah Tapteng yang nilainya lebih dari 50 miliar untuk pembangunan jembatan. Ini artinya, pemerintah Sumut punya perhatian khusus. Tapi kenapa seperti ini, ketika ada koreksi atau teguran yang pahit dari gubernur, Bupati Tapteng langsung merespon dengan melontarkan kalimat tantangan. Padahal sebenarnya yang pahit itu bisa sebagai obat untuk membawa Tapteng menjadi kabupaten yang lebih baik lagi,” sesal Nezar.

Bukan itu saja, pria yang pernah menyandang anggota DPRD terbaik Partai Nasdem ini menyebutkan, Bachtiar Sibarani yang merupakan ketua Partai Nasdem Tapteng seharusnya menunjukkan sikap yang mencerminkan sebagai partai pendukung pada saat memenangkan Gubsu dan Wagubsu, Edi Rahmayadi dan Musa Rajekshah.

“Ini harus menjadi catatan kepada seluruh kader partai Nasdem, baik yang baru datang maupun kader lama. Jangan meninggalkan preseden buruk kepada pimpinan tertinggi partai Nasdem pak Surya Paloh. Orang Nasdem itu penuh dengan etika, kasih sayang. Untuk itu, sekali lagi, tolonglah sama-sama kita menjaga nama besar pak Surya Paloh, menjaga nama besar partai Nasdem tanpa harus menunjukkan kearoganan, sehingga tidak mencoreng nama baik partai Nasdem,” Nezar, mengakhiri.(japs)