Di Reses Rudiawan Sitorus Warga Nyatakan Tolak Kenaikan Iuran BPJS

Medan,- Lebih dari tiga ratusan warga yang hadir dalam reses anggota DPRD Medan Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) Rudiawan Sitorus, S.Pil.I, M.Pem.I menyatakan menolak kenaikan iuran BPJS dilakukan pemerintah.

Penolakan warga ini disampaikan dalam Reses I Tahun 2019, yang dilaksanakan di Jalan Jangka, Kecamatan Medan Petisah Kota Medan, Minggu (22/12/2019).

Hadir dalam pertemuan tersebut, Perwakilan BPJS Kesehatan Tito Depari dan perwakilan Dinas Penataan Kawasan Pemukiman dan Penataan Ruang (PKPPR) Kota Medan, Trisilia Pohan.

Dalam pertemuan tersebut, warga mengaku tidak sanggup membayar kenaikan BPJS yang direncanakan tersebut . “Warga menolak kenaikan iuran BPJS karena hanya akan membenani masyarakat saja,” jelas Hj.Maimunah mewakili warga.

Karena buruknya perekonomian, warga juga banyak merencanakan turun kelas yang tadinya kelas dua menjadi kelas tiga bahkan meminta berhenti dari kepesertaan BPJS.

“Bagaimana lah pak, kalau naik tak sanggup kami. Kalau bisa juga kami berhenti dari kepesertaan atau meminta BPJS gratis,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Rudiawan Sitorus menyampaikan bahwa Fraksi PKS dari pusat hingga daerah komit menolak kenaikan Iuran BPJS.

“Fraksi PKS dari tingkat pusat sudah marah sekali dengan rencana kenaikan iuran ini. Dan terus memperjuangkan agar iuran BPJS tidak dinaikan,” jelas Rudiawan.

Rudiawan sangat memahami keresahan warga terkait rencana kenaikan iuran BPJS Kesehatan ini.

“Kami (PKS-res) sangat memahami kondisi masyarakat di bawah. Maka dari itu Fraksi PKS terus memperjuangkan aspirasi warga agar iuran BPJS Kelas III tidak jadi dinaikan,” ungkapnya.

Sementara itu, Perwakilan BPJS Kesehatan Kota Medan, Tito Depari mengatakan bahwa kebijakan rencana kenaikan iuran BPJS bukan merupakan ranah BPJS melainkan Pemerintah dan DPR.

“Jadi kewenangan iti ada di Pemerintah dan DPR. Tidak ada kewenangan kami,” jelasnya.

Sementara itu, untuk rencana masyarakat turun kelas sudah bisa dilakukan melalui aplikasi BPJS atau datang lansing ke Kantor BPJS di Jalan Karya.

“Jadi silahkan bagi Bapak dan Ibu yang ingin turun kelas atau merubah Fasilitas Kesehatan (Faskes) bisa menggunakan aplikasi BPJS Kesehatan yang tersedia,” jelasnya.

Sementara itu, untuk rencana warga tidak lagi ikut kepesertaan BPJS itu tidak bisa.

“Warga tidak bisa berhenti jadi Peserta BPJS Kecuali Meninggal Dunia,” jelasnya.

Dalam reses tersebut, warga juga menyampaikan permasalahan banjir, lampu jalan dan narkoba yang sudah sangat mengganggu dan meresahkan warga.