Kuatir Kuota FLPP Kurang, Apersi Sumut Jajaki Alternatif Pembiayaan Lain

PUPR

Irwansyah Apersi Sumut
Ketua DPD Apersi Sumatera Utara, H. Irwansyah Putra

Dproperty.co.id – DAERAH – Menjelang akhir tahun 2019, tepatnya medio 19 Desember lalu, BRI Agro dan 36 Bank lainnya menandatangani Perjanjian Kerjasama Operasional (PKO) dengan Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, sebagai pelaksana penyalur KPR Sejahtera FLPP tahun 2020.

Menanggapi adanya PKO tersebut, Ketua DPD Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Sumatera Utara (Sumut), H. Irwansyah Putra mempertanyakan, apakah mungkin terulang kembali kejadian habisnya kuota FLPP seperti tahun 2019? Penandatanganan PKO juga dilakukan, namun terjadi kekurangan kuota dan semua dana dialihkan ke Bank BTN.

“Apakah akan terjadi seperti itu lagi? Apalagi saat ini juga sudah dipastikan anggaran khusus untuk ASN, TNI dan Polri yang mencapai 30.000 unit, sehingga otomatis jatah atau kuota semakin berkurang. Jika ini terjadi lagi, seperti tahun 2019 maka akan membuat pengembang rumah sederhana kalang kabut,” ujar Irwansyah pekan lalu, di Medan.

Dikuranginya kuota FLPP secara nasional untuk tahun depan, juga menjadi pertanyaan bagi dirinya. Pada tahun 2020, penyaluran FLPP adalah sebesar 102.500 unit, dan ditambah untuk program Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT) sebesar 50.000, sehingga total 152.500 unit. Padahal, tahun 2019 dengan target 168.000 saja, kuota sudah habis pada bulan Juli. Untuk Apersi Sumut, terjadi kegagalan akad kredit sebanyak 3.000 unit akibat habisnya kuota.

Menurut Irwansyah, kalau bank-bank yang ikut PKO sama saja dengan sebelumnya yang terbukti tidak maksimal, maka akan terjadi hal yang sama. Apalagi Bank BTN hanya menargetkan pertumbuhan 6% pada tahun 2020, sementara bank lainnya diatas 10%. Bahkan bank daerah seperti Bank Sumut atau Bank BJB, mematok target pertumbuhan 10%. “Jadi muncul pertanyaan ada apa dengan Bank BTN,” tegas Irwansyah.

Lebih lanjut dijelaskan Irwansyah, dengan target yang meningkat tersebut, maka kuota penyaluran kredit masing-masing bank tersebut tentu akan bertambah. Maka, logikanya jika bank lain kuotanya bertambah, maka sebaliknya untuk Bank BTN pasti terjadi penurunan yang cukup signifikan. Oleh karena itu, kata dia, Apersi Sumut juga harus mencari pembiayaan alternatif dan solusi ke bank lain.

“Ini kami lakukan agar pembangunan rumah untuk masyarakat khususnya menengah ke bawah bisa tetap dilakukan. Kalau tidak, maka kehabisan kuota seperti tahun ini bisa terjadi, bahkan lebih awal lagi. Temen-temen pengembang di Jakarta juga sudah memiliki banyak menawarkan alternatif pembiayaan yang non bank,” kata Irwansyah.

Dikatakan Irwansyah, salah satu sedang dijajaki adalah penawaran dari ABN Umbro Bank yang segera akan masuk ke Medan. Untuk jangka pendek, ABN Umbro Bank menyiapkan dana segar sebesar Rp 50 miliar atau setara dengan 400 unit. Setelah itu, dicadangkan lagi sekitar Rp 100 miliar atau mencapai 800 unit. Selama setahun, bank tersebut menyiapkan Rp 2 triliun untuk Sumut.

“Kalau ini berhasil dan jalan, maka pembiayaan untuk perumahan MBR di Sumut sangat aman bahkan bisa berlebih dari kapasitas yang ada. Kapasitas produksi rumah Apersi Sumut antara 10.000 hingga 12.000 unit per tahun, dengan anggaran Rp 1,2 triliun. Maka, jika mereka siapkan Rp 2 triliun, sudah pasti berlebih dan bisa dimanfaatkan juga oleh teman-teman pengembang dari asosiasi lain diluar Apersi,” tegas Irwansyah.

Disamping menyiapkan dana yang sangat besar, sambung dia, ABN Umbro juga menetapkan syarat yang relatif lebih mudah dibanding dengan FLPP. Cukup dengan membawa KTP dan KK, lalu plafon kredit tidak dikurangi, uang muka 0 rupiah dan yang pasti tanpa adanya BI checking. Meskipun begitu, dirinya tetap harus hati-hati dalam memanfaatkan tawaran ini dan tetap harus dilakukan pengecekan terlebih dahulu agar tidak terjerumus ke dalam pembiayaan yang merugikan pengembang maupun masyarakat konsumen.

Proyek Irwansyah
Sejumlah proyek perumahan yang dikembangkan Irwansyah di Sumatera Utara

Irwansyah sendiri, melalui bendera perusahaannya PT Rapy Ray Putratama saat ini sedang mengembangkan sebanyak 3.000 unit rumah sederhana yang tersebar di kawasan Deli Serdang dan Batubara. Perumahan-perumahan yang dia bangun antara lain, Pondok Mansion sebanyak 850 unit, Pondok Anam 1.050 unit, Pondok Anshor 384 unit, Pondok Lima 199 unit dan Pondok Tiga 245 unit.