Pembebasan Lahan Terminal Peti Kemas Kuala Tanjung Disoal, Pelindo I Dituding Lakukan Penipuan

MEDAN (DPR) – Pembebasan lahan terminal peti kemas yang terletak di Kuala Tanjung, Batubara, dituding telah melalui proses yang kurang beradab. Tanah milik rakyat dibeli dengan harga yang sangat murah, sementara harga yang dilaporkan ke pihak PT Pelindo nilainya berlipat-lipat.

Dugaan terjadinya penipuan ini dilontarkan oleh Presedium Masyarakat Demokrasi 14 lewat Ketua Gerakan Bunuh Politik Uang Indonesia, Ahmad Fauzi Pohan. Bahkan dalam waktu dekat ini, tepatnya Jumat (27/12/2019) organisasi masyarakat tersebut berencana hendak menggelar aksi unjuk rasa di Kapoldasu, untuk mendesak kepolisian mengusut penipuan yang dilakoni oknum-oknum di PT Perlindo I.

“Sehubungan dengan dugaan penipuan yang dilakukan oknum di PT. Pelindo bersama rekanannya, PT. Prima Multi Terminal selaku pengelola Terminal Petikemas Pelabuhan Kuala Tanjung, atas pembebasan lahan pelabuhan peti kemas tersebut yang mengorbankan ratusan masyarakat setempat, kami berencana akan menggelar aksi di Mapoldasu,” sebut Ahmad Fauzi Pohan, lewat surat pemberitahuan yang dilayangkan ke pihak berwajib.

Selain itu, lanjut Fauzi, PT Pelindo I juga terindikasi telah melakukan mark up lahan dan itu sangat merugikan masyarakat pemilik lahan. “Guna mendesak, memantau dan memastikan terpenuhinya rasa keadilan dan terciptanya kepastian hokum, maka kami selaku pemerhati korupsi yang tergabung dalam GBPU Indonesia, bermaksud menggunakan hak kami sebagaimana diatur dalam Pasal 28E ayat (3) UUD 1945 jo UU No. 9 Tahun 1998 tentang penyampaian pendapat di muka umum,” sambung Fauzi.(japs)