BKI – PTAN Gelar Khitanan Massal 150 Anak di Sergai

Pantai Cermin, – Badan Keimanan Islam (BKI) PT. Aquafarm Nusantara menggelar sunatan massal dan memberikan santunan kepada anak yatim piatu.

Sebanyak 150 orang anak yang akan mengikuti khitanan massal itu memadati lokasi operasional perusahaan di Desa Naga Kisar, Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Serdang Bedagai, Selasa (24/12/2019).

Sunatan massal melibatkan Dokter dan Para Medis yang bekerja sebagai petugas medis di Klinik PTAN, yang dipimpin oleh Dr. Masykur Harahap.

” Suasana liburan sekolah dan diharapkan dapat pulih secepatnya sehingga tidak akan menggangu pendidikan anak pada saat liburan selesai”, jelas dr. Masykur disela sela kegiatan Khitanan Massal.

Mewakili manajemen PT Aquafarm Nusantara dan sekaligus Ketua BKI-PTAN, Hendra Syahputra mengatakan, BKI-PTAN merupakan perkumpulan umat Islam, karyawan dan manajemen PTAN.

Mereka senantiasa mengisi kegiatan keislaman seperti pengajian, tabligh akbar, perayaan hari besar islam dan kegiatan pemberian bantuan berupa Sunatan Massal, Pembangunan Mesjid, Santunan Anak Yatim dan pelaksanaan Qurban.

Hendra menjelaskan penyelenggaraan sunatan Massal kali ini berjumlah 150 orang anak, selain mendapat pelayanan sunatan juga menerima bigkisan dari BKI-PTAN.

“Dari sumbangan dan sedekah anggota BKI-PTAN dan dari Donatur lainnya yang terkumpul Kami juga memberikan Santunan kepada Anak Yatim Piatu yang berada di sekitar lokasi PTAN”, kata Hendra.

Ia mengucapkan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh anggota BKI-PTAN dan Donatur yang telah memberikan infak dan sedekahnya, sehingga kegiatan ini dapat terselenggara dengan baik, begitu juga pimpinan PTAN Regal Springs Indonesia yang telah memberikan izin penyelenggaraan kegiatan ini, mendapat dukungan dengan menggunakan fasilitas perusahaan.

Hendra menjelaskan dengan penyelenggaraan sunatan massal ini juga merupakan wujud dari program perusahaan “KAMI PEDULI” untuk mendukung masyarakat.

“Kami mendukung dan peduli kepada masyarakat termasuk dalam kegiatan-kegiatan keagamaan, sosial kearifan lokal”, terang Hendra.(DNA/nov)