Klub Jatim di Liga 1 2019, Antre Jatah Asia Sampai Hampir Degradasi

Liga 1 2019 baru saja usai. Bali United jadi klub paling sukses dengan gelar juaranya musim ini. Sementara tiga tim yaitu Semen Padang, Kalteng Putra, dan Badak Lampung harus rela turun kasta. Selain juara dan degradasi, yang juga layak dicermati adalah penampilan klub-klub Jawa Timur.

Maklum, provinsi ini memiliki wakil terbanyak, yaitu empat klub. Mereka adalah Persebaya, Arema, Madura, serta Persela. Nasib klub ini pun berbeda-beda. Berikut adalah naik turun perjalanan klub Jatim di pentas Liga 1 2019.

1. Madura United, tangguh di putaran pertama tapi melempem di akhir musim

Klub Jatim di Liga 1 2019, Antre Jatah Asia Sampai Hampir Degradasi

Sanking mewahnya komposisi pemain Madura United, klub ini sempat dijuluki Maduraticos. Julukan itu merujuk pada nama lain Real Madrid yaitu Los Galacticos yang artinya dari klub dari galaksi luar. Maklum saja, Madura memborong pemain kelas satu di hampir semua posisi. Sebut saja top scorer tahun lalu, Aleksander Rakic hingga striker naturalisasi asal Brasil Alberto Goncalves. 

Hasilnya pun terlihat di putaran pertama. Mereka sempat memimpin klasemen sementara dengan enam kali pertandingan tak terkalahkan. Di paruh musim, mereka bahkan mengamankan posisi ketiga. Namun, Madura seperti kehabisan bensin di putaran kedua. Hasilnya, di klasemen akhir, klub kaya raya ini hanya menempati posisi 5.

2. Persebaya, berkutat di papan tengah sebelum merangsek ke zona Asia

Klub Jatim di Liga 1 2019, Antre Jatah Asia Sampai Hampir Degradasi

Hasil sebaliknya dituai oleh Persebaya Surabaya. Mengawali musim dengan kekalahan 1-2 di kandang Bali United, mereka harus puas di posisi 5 pada paruh musim. Dua kali pergantian pelatih pun dialami Bajul Ijo. Setelah melengserkan Djajang Nurjaman, Persebaya sempat mengangkat Alfred Riedl sebagai pelatih, Sayang, Alfred tak kunjung datang karena kesehatan.

Sang asisten pelatih Wolfgang Pikal pun didapuk sebagai penggantinya. Namun, Pikal tak mampu mengangkat performa Persebaya. Ia pun akhirnya digantikan oleh legenda hidup mereka sendiri, Aji Santoso. Di bawah Aji, Persebaya tampil trengginas. Mereka menjalani 7 akhir laga tanpa kekalahan. Bahkan dua di antaranya adalah kemenangan tandang. Persebaya pun menahbiskan dirinya sebagai runner-up Liga 1 2019. Mereka kini sedang “mengantre” tiket AFC Cup. Jika Bali United berhasil lolos ke Liga Champions Asia, maka tiket AFC Cup akan menjadi jatah Persebaya.

3. Arema, sempat masuk empat besar namun kini tercecer di papan tengah

Klub Jatim di Liga 1 2019, Antre Jatah Asia Sampai Hampir Degradasi

Arema FC juga mengawali Liga 1 dengan kekalahan 1-3 atas PSS Sleman. Namun, mereka mampu meraih hasil positif di beberapa laga selanjutnya. Bahkan, asa juara sempat muncul saat Singo Edan mampu menduduki posisi 4 di pertengahan musim.

Sayang, performa tim bertabur bintang ini meredup di paruh kedua. Mereka bahkan tak pernah menang dalam 7/8 pertandingan terakhir. Hasil ini pun membuat mereka kini tercecer di urutan 9 pada klasemen akhir.

4. Persela, sempat berada di zona merah beberapa pekan namun berhasil lolos dari degradasi

Klub Jatim di Liga 1 2019, Antre Jatah Asia Sampai Hampir Degradasi

Sejak awal liga bergulir, Persela seolah sudah tampak akan kesulitan menjalani musim. Bahkan, pada laga perdana mereka harus kalah 1-5 di kandang sendiri. Ini merupakan rekor kekalahan terburuk di kandang. Mereka bahkan baru mampu menang pada pekan ke-8. Bukannya membaik, setelah itu mereka kembali puasa kemenangan hingga lima pekan. Pada paruh pertama, Joko Tingkir pun hanya mampu menduduki posisi 15.

Beruntung, perombakan di putaran kedua mampu membawa angin segar. Sejak kalah 3-4 dari Persija di Jakarta, Persela tak pernah kalah dalam 7 pertandingan akhir. Hasil ini pun membuat mereka lolos dari zona degradasi dan merangkak ke posisi 11 klasemen akhir.

5. Tahun depan persaingan klub Jatim akan semakin seru

Klub Jatim di Liga 1 2019, Antre Jatah Asia Sampai Hampir Degradasi

Musim depan, persaingan klub Jatim di Liga 1 akan semakin seru. Hal ini terjadi setelah Persik Kediri menjadi juara Liga 2 dan mendapat jatah promosi ke Liga 1. Layak ditunggu siapakah yang akan menjadi penguasa Jatim.