PermataKPR iB Bijak, Cicilan Bunga Bisa Nol Rupiah

Dproperty.co.id – Permata Bank meluncurkan PermataKPR Syariah (iB) Bijak dengan fitur yang menarik. Pembiayaannya di-bundling dengan rekening tabungan debitur (peminjam) KPR di Bank Permata. Berapapun nilai tabungan akan diperhitungkan sebagai pengurang cicilan bunga. Perhitungan berdasarkan saldo rata-rata harian tabungan. Yang dipakai sebagai perhitungan 80 persen dari saldo tabungan. Makin tinggi saldo tabungan, makin kecil angsuran bunga KPR.

“Bila saldo tabungan mencapai 125 persen dari saldo kredit, angsuran bunga KPR menjadi nol,” kata Herwin Bustaman, Sharian Banking Director PermataBank, saat peluncuran produk di Jakarta, Senin (23/12/2019). Ia didampingi Dewi Damajanti “Maya” Widjaja, Head of Mortgage Business PermataBank.

“Ini the first sharia with easy installment pertama yang pernah diluncurkan. Berapa pun nilai tabungan akan diperhitungkan sebagai pengurang cicilan bunga KPR. Tenornya juga panjang, sampai 25 tahun. Pemrosesan KPR juga cepat, lima hari kerja,” jelas Herwin.

Maya menambahkan, dengan PermataKPR iB Bijak, debitur bisa mengatur sendiri cicilan bunga KPR-nya. Ia memberikan contoh perhitungan. Untuk saldo kredit Rp500 juta, ujrah 6,99 persen fixed (tetap) satu tahun, angsurannya dengan KPR syariah biasa adalah Rp4.491.346/bulan.

Bila debitur memiliki saldo tabungan Rp250 juta, 80 persennya (Rp200 juta) akan diperhitungkan sebagai pengurang cicilan bunga. Jadi, dengan margin 6,99 persen dari tabungan, cicilan KPR tuturn menjadi Rp3.326.346 atau lebih hemat Rp1.165.000 per bulan (25,94 persen). Penghematan ini lebih besar ketimbang pendapatan dari bunga tabungan bila tabungan tidak di-bundling dengan KPR.

“Tabungannya tidak diblokir, tetap bebas ditarik. Hanya, karena sudah di-bundling dengan KPR, tabungannya tidak lagi mendapatkan bunga karena akan selalu dihitung untuk mengurangi cicilan KPR,” katanya.

Herwin menyebutkan, penyaluran KPR Permata Bank sepanjang tahun 2019 disebutnya mencapai lebih dari Rp5 triliun. Sebanyak 40 persen merupakan KPR syariah. Ticket size-nya Rp800 juta-Rp1 miliar per debitur, namun untuk rumah seharga Rp100 jutaan pun bisa dibiayai seperti rumah-rumah murah di berbagfai perumahan di Maja di Lebak, Banten.

“Karena KPR itu berjangka sampai 25 tahun, kalau sekarang belum punya tabungan nggak apa-apa. Seiring waktu pasti ada tambahan di tabungan, sehingga bisa mengurangi  cicilan KPR. Artinya ada kesempatan panjang bagi debitur untuk terus mengurangi cicilan kredit dengan memperbesar porsi tabungannya,” tutur Maya.