Tertahan di Saham Gocap, Marga Abhinaya Abadi Siap Fokus Tahun Depan

Jelang hari natal 2019, Harga saham PT Marga Abhinaya Abadi Tbk (MABA) anjlok hingga turun di level Rp 50 alias menjadi saham gocap. (poto : entitasnews.com)

Dproperty.co.id – EKONOMI – Harga saham PT Marga Abhinaya Abadi Tbk (MABA) tertahan di level Rp 50 alias menjadi saham gocap, pasca Februari 2019 lalu masuk dalam kategori saham unusual market (UMA). Di tengah harga saham minoritas itu, MABA juga membukukan rugi bersih tahun berjalan sebesar Rp 156,73 miliar pada kuartal III-2019.

Rugi tersebut sejatinya membaik dari posisi kuartal III-2018, yang tercatat mencapai Rp 163,82 miliar. Untuk memperbaiki kinerja, Direktur Utama MABA Adrian Bramantyo mengatakan perusahaan akan merestrukturisasi organisasi perusahaan. Selain restrukturisasi, perusahaan juga akan fokus mengurangi biaya keluar.

Selanjutnya, MABA akan memperbaiki strategi pengembangan khususnya konsep masing-masing unit dan model marketing serta promosi. Tahun depan, di kuartal I-2010, MABA akan fokus pada bisnis hospitality.

“Fokus di hospitality business di awal kuartal satu, yang terbukti pada masa krisis masih menyumbang kontribusi revenue dengan initial investment yang cenderung tidak terlalu tinggi,” ujar Adrian pada Senin (23/12). Pada kuartal II-2019 perusahaan kembali fokus ke bidang properti agar bisa memberi kontribusi yang signifikan.

Terkait asal dananya, Adrian mengatakan perusahaan akan menjual aset perusahaan yang belum terjual seperti stock apartemen dan tanah yang belum dikembangkan.  “Tidak menutup kemungkinan juga untuk bekerjasama dengan investor luar,” tegasnya.

Marga Abhinaya Abadi adalah perusahaan yang didirikan dengan nama PT Lintas Insana Wisesa pada 2009. Ini adalah perusahaan pembangunan properti, perhotelan, dan restoran milik Saligading Bersama. Saligading Bersama didirikan oleh mantan direktur utama PT PP Tbk (PTPP) periode 2004-2011, Musyanif, bersama koleganya. (Artha Tidar)