GBPU Indonesia Bentuk Relawan Kota Medan

Medan (DPR) – Setelah mendeklarasikan pembentukan relawan di kota Binjai pekan lalu, Gerakan Bunuh Politik Uang (GBPU) Indonesia terus mengepakkan sayapnya. Jumat (27/12/2019) sore, gerakan moral ini sukses mendoktrin puluhan calon-calon pemimpin masa depan Kota Medan.

Puluhan kaum milenial yang hadir dalam kegiatan diskusi bertajuk “Bahayanya Politik Uang” itu diberi pencerahan dan pengetahuan seputar politik praktis oleh para politisi dari Presedium Masyarakat Demokrasi 14 yang terus memberikan dukungan dan semangat kepada relawan GBPU Indonesia.

“Kita tahu, ini (Gerakan Bunuh Politik Uang) bukanlah pekerjaan yang mudah, seperti membalikkan telapak tangan, tetapi harus dimulai. Yakinlah, dengan terus menerus melakukan sosialisasi dan mengedukasi, lambat laun rakyat akan sadar dan faham terhadap bahayanya politik uang,” Muhri Fauzi Hafiz, meyakinkan.

“Mau sampai kapan politik uang ini akan kita biarkan merajalela. Mungkin, ketika politik uang ini berhasil ditumpas, kami sudah tak lagi aktif di dunia politik, tetapi setidaknya kalian (para relawan milenial) akan bisa menikmatinya. Dan sekaranglah waktunya kalian untuk ikut memikirkan demokrasi bangsa ini kedepan yang jauh dari politik transaksional,” Nezar Djoeli, menegaskan.

“Kondisi bangsa ini sudah kronis. Politik uang sudah menjadikan demokrasi sudah tak tentu arah. Seandainya Bung Karno dan Bung Hatta dibangkitkan dari kuburnya, sang proklamator ini pasti tak akan sanggup menghadapi perpolitikan di negeri ini, yang semuanya diatur dengan uang. Kami berterima kasih dengan kepedulian kalian yang masih mau berjuang untuk tegaknya demokrasi yang diidam-idamkan. Teruslah berjuang, semoga niat yang baik akan menghasilkan keadaan yang baik,” M Hanafiah Harahap, lantang.

Di penghujung acara, Ketua GBPU Indonesia Ahmad Fauzi Pohan mendeklarasikan terbentuknya GBPU kota Medan yang akan dikomandoi oleh Taufik Ismail Siregar.(japs)