Plt Wali Kota Ingin Medan Punya Pusat Industri Kreatif

Medan (DPR) – Sebagai ibu kota Provinsi Sumatra Utara, Medan membutuhkan pusat pemasaran produk-produk industri kreatif. Sarana ini menjadi akan membantu pelaku industri kreatif untuk mengembangkan nilai ekonomi dari produknya.

“Medan belum punya tempat pemasaran bersama produk industri kreatif. Kami memang mempunyai keinginan agar ada pusat industri kreatif, sehingga para pelaku mempunyai sarana memasarkan produknya,” ucap Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Medan, Ir. H. Akhyar Nasution, M.Si saat menjadi narasumber dalam sebuah diskusi yang digelar Komunitas Medan Bangkit, Sabtu (28/12) petang di Taman Gajah Mada.

Pandangan Akhyar ini didukung pula oleh Nurlisa Ginting, yang juga menjadi narasumber dalam diskusi yang merupakan rangkaian perhelatan Kaleidoskop Industri Kreatif Project. Diungkapkanya, pemikiran Akhyar ini sejalan konsep MICE (meeting, incentive, convention, exhibition).

“Medan memang harus mengembangkan konsep MICE untuk dapat mendukung produk-produk industri kreatif lokal,” sebut Nurlisa.

Menyambung pemikirannya itu, Akhyar mengatakan, tugas pemerintah adalah menyatukan seluruh potensi industri kreatif ini menjadi sebuah kekuatan besar yang pada akhirnya memberi kontribusi berarti bagi Kota Medan.
Namun, lanjutnya Akhyar, untuk mencapai itu harus mempunyai human capital yang kuat. Pola pikir untuk bergerak bersama dalam mencapai tujuan harus diubah. Semua harus merasa bertanggung-jawab untuk menciptakan kebaikan bagi kota ini.

“Kita harus peka dan peduli. Masalah sampah misalnya. Kita masih belum peka dan peduli. Kalau masalah soal sampah saja kita belum selesai bagaimana kita menyelesaikan persoalan yang lebih besar?” ucap Akhyar yang sebelum berdiskusi sempat menegur penyelenggara karena melihat bertumpuk-tumpuk tak diwadahi di lokasi acara tersebut.

Kepekaan dan kepedulian ini, lanjut Akhyar, juga merupakan human capital yang harus terus ditumbuhkembangkan. Dia menegaskan, secantik apapun, seindah apa pun sebuah taman dibuat, kalau tidak ada kepekaan dan kepedulian menjaga kebersihannya, tetap tidak akan mendatangkan rasa suka.

Pada acara yang turut dihadiri Kadis Pariwisata, H. Agus Suriyono, Kadis Kebersihan dan Pertamanan, Muhammad Husni, dan Kepala Dinas Kominfo Medan, Zain Noval diwakili Kabid Komunikasi Publik, Saiful Amri itu, Akhyar juga mengatakan, perlunya dikembangkan kebanggaan terhadap kota ini.

“Jangan ada inferioritas dalam diri kita. Kita harus bangga dengan Medan. Hilangkan rasa inferioritas kita saat melihat kota lain,” ungkap Akhyar seraya menyarankan, agar penggunaan kalimat di kaos-kaos, juga menggunakan bahasa Medan yang memang akrab bagi warga kota ini.

Menutup diskusi yang berlangsug hingga menjelang Magrib itu, Akhyar menegaskan, Pemko Medan siap menjadi magnet untuk pergerakan dan perubahan ke arah yang lebih baik, termasuk dalam bidang industri kreatif.

Sebelum menjadi narasumber dalam diskusi itu, Akhyar juga meninjau pameran produk industri kreatif yang digelar di Taman Gajah Mada itu. Dalam peninjauan itu, Akhyar juga berdialog dengan para pelaku industri kreatif dan berpesan, agar kualitas produk insdustri kreatif terus ditingkatkan sehingga nilai ekonomisnya juga ikut meningkat.(japs/rel)