Kerangka dalam Septic Tank, Polisi Terus Kejar Keterlibatan Pihak Lain

Bantul, IDN Times – Meski identitas kerangka yang ditemukan dalam septic tank kediaman Waluyo di  Dusun Karangjati, Desa Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul,  sudah menemukan titik terang, polisi yang menyelidiki kasus ini terus melakukan pendalaman terkait pihak-pihak yang terlibat.

Kerangka itu diduga milik Ayu Selisa, istri Edi Susanto. Edi yang sudah meninggal dunia karena bunuh diri sekitar dua bulan lalu merupakan anak Waluyo.

Sejauh ini, penyidik Polres Bantul menduga kuat pembunuh Ayu adalah suaminya sendiri, mendiang Edi Susanto. Sebanyak tujuh orang sudah diperiksa.

1. Penyidik meminta keterangan pihak forensik

Kerangka dalam Septic Tank, Polisi Terus Kejar Keterlibatan Pihak Lain

Kapolres Bantul, AKBP Wahcyu Tri Budi Sulistiyono mengatakan bahwa penyidik masih melakukan pendalaman terhadap kasus Ayu Selisa.

“Kita sudah melakukan pemeriksaan saksi sebanyak 7 orang dan masih akan melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi lain untuk mengungkap pihak-pihak yang diduga terlibat dalam pembunuhan terhadap Ayu Selisa,” ujarnya, Kamis (2/1).‎

Kapolres juga mengatakan pihaknya akan segera meminta keterangan dari kedokteran forensik. Pihak yang diduga mengetahui informasi awal terkait hilangnya Ayu seperti Suryono, tetangga korban, juga akan diperiksa.

“Kemudian untuk mengarah kepada keterlibatan orang akan kita perdalam dengan saksi-saksi dan juga alat bukti yang ada,” katanya.

2. Waluyo belum ditemukan terlibat

Kerangka dalam Septic Tank, Polisi Terus Kejar Keterlibatan Pihak Lain

Menurut Wachyu, berdasarkan pemeriksaan terhadap saksi Waluyo, ayah dari Edi Susanto dan juga mertua Ayu Selisa, sejauh ini belum ditemukan bukti-bukti keterlibatan Waluyo dalam kematian menantunya itu.

“Jadi memang sebelum meninggal bunuh diri, Edi Susanto juga mencoba melakukan bunuh diri sebanyak 3 kali dan diduga kuat karena depresi ditinggal istrinya Ayu Selisa. Dan surat wasiat itu terkait manakala ditemukan adanya kerangka dalam septic tank,” terangnya.

Kapolres memastikan bahwa Waluyo juga mendapatkan cerita dari anaknya mendiang Edi Susanto bahwa Ayu telah meninggal dan dikubur di sekitar rumah.

“Ya cuma sebatas itu saja cerita almarhum Edi kepada bapaknya, Waluyo. Itu berlangsung satu minggu sebelum Edi (ditemukan) tewas,” ujarnya.

3. Polisi bersiap keluarkan SP3‎ jika tidak ditemukan petunjuk lebih lanjut

Kerangka dalam Septic Tank, Polisi Terus Kejar Keterlibatan Pihak Lain

Kapolres memastikan, jika pemeriksaan saksi-saksi dan alat bukti tidak menemukan petunjuk yang mengarah kepada keterlibatan orang lain selain Edi Susanto dalam kematian Ayu Selisa, penyidik akan segera membuat gelar perkara untuk menghentikan penyelidikan atau SP3.

“Ya kalau memang keterangan saksi dan alat bukti tidak ada yang mengarah kepada keterlibatan pihak lain maka akan segera kita keluarkan SP3,” ungkapnya.‎