AS Bunuh Jenderal Iran Atas Arahan Trump, Perang Dunia ke-3 Langsung Jadi Trending Topic

Medan (DPR) – Komandan pasukan elit Quds Iran, Jenderal Qasem Soleimani, dilaporkan tewas dalam serangan udara pasukan Amerika Serikat (AS) di Irak pada Jumat (3/1). Dilansir Associated Press, kala itu Soleimani baru turun dari pesawatnya di Bandara Internasional Irak ketika posisinya dibombardir.

Jasad Soleimani sendiri hanya dikenali melalui cincin yang dikenakannya. Selain Soleimani, Wakil Komandan Milisi Syiah Irak (PMF), Abu Mahdi al-Muhandis, juga turut meninggal dalam bombardir tersebut.

Kementerian Pertahanan AS menjelaskan bahwa Presiden Donald Trump lah yang memerintahkan pembunuhan tersebut. Pentagon menyebut bahwa perintah pembunuhan tersebut dilakukan sebagai “tindakan defensif untuk melindungi personel AS di luar negeri”, terutama di kawasan Timur Tengah.

“Atas arahan Presiden, militer AS telah mengambil tindakan tegas untuk melindungi personil AS di luar negeri dengan membunuh Qasem Soleimani,” demikian kutipan pernyataan Pentagon dilansir BBC. “Serangan ini bertujuan untuk mencegah rencana serangan Iran di masa depan. Amerika Serikat akan terus mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk melindungi rakyat kami dan kepentingan kami di mana pun mereka berada di seluruh dunia.”

Pernyataan tersebut diterbitkan oleh Pentagon usai Iran mengonfirmasi kematian Soleimani. Menyusul kabar tersebut, media sosial langsung ramai membahas kekhawatiran soal letusan perang antara AS dengan Iran.

Sejumlah kata kunci terkait pun menjadi trending topic Twitter di seluruh dunia. Mulai dari Perang Dunia ke-3 alias “World War III”, “WWIII”, “Iran”, “Soleimani”, hingga Timur Tengah alias “Middle East”.

Banyak warganet yang dikejutkan dengan adanya kabar potensi perang ini di awal tahun 2020. Tensi antara AS dan Iran sendiri diketahui telah memanas sejak 2018 lalu, kala Negeri Paman Sam menarik diri dari kesepakatan internasional yang bertujuan untuk membatasi ruang gerak Iran dalam mengembangkan senjata nuklir.